• Jumat, 21 Januari 2022

23 Remaja Terlibat Kejahatan Jalanan, ke Mana Saja Orangtua Mereka

- Selasa, 30 November 2021 | 11:30 WIB
Ilustrasi (Dok Merapi)
Ilustrasi (Dok Merapi)

 

 

SUNGGUH memprihatinkan, dalam sepekan ini jajaran Polres Bantul mengamankan 23 pelaku kejahatan jalanan, mulai dari perkelahian, pengeroyokan, bawa senjata tajam hingga aksi geng motor. Mayoritas adalah pelajar di Jogja, Bantul dan Sleman.

Mereka juga membawa senjata tajam, seperti celurit, pedang, golok dan sebagainya. Yang jelas, para pelajar ini sangat meresahkan masyarakat karena beraksi di jalan, terutama di jalur pariwisata.

Sulit membayangkan kalau aksi remaja ini dibiarkan dan menebar teror di masyarakat. Lantas, ke mana saja orangtua mereka ? Apakah orangtua sengaja membiarkan anaknya berkeliaran di jalan sambil menenteng golok ? Entahlah, karena sejauh ini belum ada penelitian seputar peran orangtua terhadap anaknya yang melakukan kejahatan jalanan.

Baca Juga: Oknum TNI Terlibat Sejumlah Bentrokan Diproses Hukum

Kita tentu tak ingin masyarakat bergerak sendiri melawan penjahat jalanan. Sebab, tindak main hakim sendiri tidak dibenarkan. Namun, jangan lupa, ngisruh di jalan dan bikin onar di masyarakat juga melanggar hukum. Sebaiknya, kita memang menyerahkan urusan ini kepada aparat kepolisian sebagai penjaga kamtibmas. Persoalannya, ketika kejahatan itu terjadi, polisi tidak berada di lokasi, sehingga warga harus menghadapi sendiri.

Dalam kaitan itulah kita mendorong aparat kepolisian untuk terus melakukan patroli, terutama di tempat-tempat rawan kejahatan, khususnya di malam atau dini hari. Seperti dalam penangkapan 23 pelaku kejahatan jalanan di Bantul dalam sepekan lalu, polisi mengamankan mereka pada malam atau dini hari.

Masyarakat bisa menebak, kalau para remaja ini diamankan bukan saat beraksi, maka umumnya dilepas, atau polisi mengambil langkah diversi alias tidak memprosesnya secara hukum. Hal ini tidaklah memberi efek jera pelaku, sehingga di lain waktu kemungkinan mengulangi perbuatannya. Ini sejalan dengan perkembangan hukum modern yang tidak menitikberatkan pada penghukuman, melainkan pada aspek pembinaan.

Baca Juga: Ada Adegan Panas Aris dan Lidya, Deleted Scene Film Layangan Putus Bikin Warganet Baper

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Gampang Selamatkan Teman Tenggelam

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:30 WIB

Ritual Menyesatkan Sang Dukun Cabul

Senin, 17 Januari 2022 | 10:30 WIB

Anugerah dan Bencana Kala Omicron Mendunia

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:30 WIB

Waspada, Predator Seksual Berwajah Dukun Cabul

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:00 WIB

Memberantas Praktik Joki Vaksin, Perketat Skrining

Selasa, 11 Januari 2022 | 11:30 WIB
X