• Kamis, 2 Desember 2021

Bos Kuliner Cabuli Karyawannya, Tak Bisa Diselesaikan Kekeluargaan

- Jumat, 26 November 2021 | 12:00 WIB
Ilustrasi (Dok Merapi)
Ilustrasi (Dok Merapi)

 

 

SEORANG pengusaha kuliner di Solo, HDC (30) warga Laweyan Banjarsari diduga mencabuli karyawannya yang masih di bawah umur. Modusnya, pelaku mengobral janji macam-macam, mulai dari akan membiayai pendidikan korban hingga menaikkan gajinya.

Korban yang masih berusia 17 tahun tak kuasa menolak ketika pelaku mengajaknya di sebuah kafe kawasan Jalan Slamet Riyadi Laweyan Solo pada pertengahan September lalu. Di tempat itu, korban diajak minum minuman beralkohol sembari pelaku mengulangi janjinya untuk membiayai pendidikan korban dan menaikkan gaji. Seusai ngobrol di kafe itulah pelaku mencabuli korban di dalam mobil.

Kasus tersebut baru terungkap belakangan setelah keluarga korban melapor ke polisi. Setelah menerima laporan, polisi bergerak dan menangkap pelaku HDC. HDC kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia bakal dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 27 November 2021: Aries, Taurus, Gemini Jangan Coba-coba Lagi

Melihat hubungan antara pelaku dengan korban, nampak tidak seimbang. Korban yang notabene merupakan karyawan HDC berada di posisi yang sangat lemah, sehingga tak berani melawan. Posisi ini dimanfaatkan HDC untuk berbuat jahat. HDC tak bisa berkilah, misalnya dengan mengatakan perbuatan itu dilakukan tanpa paksaan atau kekerasan.

HDC mungkin lupa bahwa yang dicabuli masih anak di bawah umur, sehingga apapun alasannya, yang bersangkutan tak bisa menghindar dari jeratan hukum. Ini berbeda dengan orang dewasa, kalau hubungan itu tak ada paksaan alias sukarela, tak bisa dituntut hukum sepanjang keduanya belum terikat tali perkawinan sah dengan orang lain.  

Secara ekonomi posisi korban juga sangat lemah karena ia merupakan bawahan HDC sehingga cenderung nurut apa yang dikatakan bosnya. Dalam beberapa kasus pencabulan, selalu saja pelaku mengumbar janji-janji muluk, misalnya akan memberi uang pendidikan, menafkahi korban dan sebagainya. Itu adalah modus pelaku agar korban bersedia melayani nafsu bejatnya.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Hari Ini, Jumat 26 November 2021

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahaya Anak Kecanduan Video Porno, Bocah TK Pun Dicabuli

Selasa, 30 November 2021 | 14:28 WIB

Dendam Keluarga Berujung Petaka

Senin, 29 November 2021 | 11:45 WIB

Lima Ujian yang Dihadapi Hidup Orang Beriman

Jumat, 26 November 2021 | 05:00 WIB

Misteri Dukun Sianida, Jagal 4 Nyawa di Magelang

Selasa, 23 November 2021 | 11:30 WIB

Empat Macam Kedudukan Anak dalam Al Quran

Senin, 22 November 2021 | 04:36 WIB

Nirina Zubir Kecewa, Jurnalisme TvOne Dipertanyakan

Jumat, 19 November 2021 | 11:30 WIB
X