• Kamis, 26 Mei 2022

Heboh Anak Jual Perabot Ibu Demi Pacar, Tak Patut Bila Sampai Pengadilan

- Kamis, 25 November 2021 | 22:35 WIB
Proses hukum kasus anak jual perabot ibu demi pacar di Bantul masih berlanjut.  (Foto: dok. Polres Bantul)
Proses hukum kasus anak jual perabot ibu demi pacar di Bantul masih berlanjut. (Foto: dok. Polres Bantul)



KASUS anak yang menjual perabot milik ibunya di Pundong Bantul yang melibatkan seorang pemuda, DRS (24) sangat fenomenal. DRS mencuri perabot rumah ibunya hanya demi menyenangkan sang pacar. Bahkan, genteng rumah pun akan dijual hanya untuk membahagiakan pacar.

Sang ibu, Paliyem sudah sangat bersabar dan memaafkan anaknya. Namun, lama-kelamaan kelakuan DRS makin menjadi-jadi, semua perabot terancam dijual dan kini perabot yang telah dijual nilainya ditaksir mencapai Rp 30 juta, hingga akhirnya Paliyem lapor ke polisi. Bila diteruskan, kasus ini bakal sampai pengadilan.

Tindakan Polsek Pundong yang menganjurkan Paliyem menyelesaikan kasusnya secara baik-baik sudah tepat, karena masuk kategori kasus keluarga. Namun Paliyem tetap ngotot dan merasa sudah tak mampu menasihati anaknya, sehingga meminta polisi untuk memproses anaknya secara hukum.

Baca Juga: Hasil Liga 3 DIY, Persig Kanvaskan Persiba Bantul di Stadion Dwi Windu Bantul

Peristiwa ini sangat fenomenal, seorang ibu melaporkan anaknya atas tuduhan pencurian perabot rumahnya. Padahal DRS adalah anak semata wayangnya. Lantas, bagaimana sikap kepolisian ? Agaknya, polisi tak bisa menolak keinginan Paliyem yang justru ingin memenjarakan anaknya.

Entahlah, apa yang ada di benak Paliyem, mengapa sampai harus mengantarkan anaknya ke penjara. Polisi pun bakal menjeratnya dengan Pasal 367 ayat (2) KUHP. Dalam terminologi hukum pidana, perbuatan DRS masuk kategori pencurian dalam keluarga. Sehingga, penyelesainnya sebenarnya bisa melalui musyawarah kekeluargaan sebagaimana disarankan Polsek Pundong kepada Paliyem.

Sedang deliknya bersifat aduan, yang artinya kalau tidak diadukan, polisi tak boleh memprosesnya. Sedangkan bila kasus sudah ditangani kepolisian, si pengadu pun diperbolehkan untuk mencabut pengaduannya, sehingga teradu terbebas ancaman pidana.

Baca Juga: 5 Bahan Ramuan Sehat Super Imun, Zaidul Akbar: Minum Ramuan ini dan Jangan Lupa Baca Sholawat lalu Sedekah

Sebenarnya, dari aspek sosial kemasyarakatan, tindakan Paliyem yang mengadukan anaknya ke polisi karena telah mencuri harta miliknya, entah itu perabot atau lainnya, tidaklah patut dan tidak lazim. Apalagi bila dikaitkan dengan norma agama, tidaklah patut.

Lebih tidak patut lagi kelakuan anaknya, karena mencuri perabot milik ibunya hanya untuk menyenangkan sang pacar. Nampaknya ada hal yang tidak beres dengan anak ini, boleh jadi terkait dengan aspek kejiwaannya. Sehingga, perlu ada pendampingan ahli, psikolog maupun psikiater dalam pemeriksaan DRS.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Sifat Bawaan Manusia

Jumat, 20 Mei 2022 | 06:03 WIB
X