• Kamis, 26 Mei 2022

Ustadz H Agung: Mati Syahid Tak Hanya Gugur di Medan Perang, Salah Satunya yakni Tewas Tabrakan

- Jumat, 12 November 2021 | 06:13 WIB
Ustadz drh H Agung Budiyanto MP PhD.  (Foto : Dok. H Agung B)
Ustadz drh H Agung Budiyanto MP PhD. (Foto : Dok. H Agung B)

harianmerapi.com – Seputar mati Syahid ada dalam sejumlah Hadist. Dalam Hadist Riwayat (HR) Bukhari Muslim disebutkan ada lima macam.

Selain mati Syahid karena gugur di jalan Allah seperti di medan perang, ada pula yang meninggal karena penyakit thaun (penyakit menular yang bisa menyebabkan kematian).

Bahkan, bisa pula mati syahid karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, serta meninggal karena benturan keras (seperti tabrakan, tertimpa reruntuhan).

Baca Juga: Uang Baru Tak Laku dan Kiat Dokter Agar Balita Tak Nangis Saat Diperiksa

“Sedangkan ulama membagi dua jenis mati Syahid, yaitu kubra dan syugrha atau kecil,” ungkap ustadz sekaligus dosen FKH UGM, Ustadz drh H Agung Budiyanto MP PhD, baru-baru ini.

Termasuk mati Syahid kubra, yakni berjuang di jalan Allah SWT mngorbankan anak istri dan kepentingan pribadi. Sedangkan mati syahid syugrha, misalnya karena kecelakan ataupun tabrakan.

“Ketika ada kecelakaan artis, tergantung kepada niatnya, dalam rangka apa, hanya Allah yang tahu,” terangnya.

Baca Juga: Pernikahan yang Tak Direstui 19: Jadi Istri Simpanan, Dulu Manis Sekarang Pahit

Ustadz H Agung yang juga Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKH UGM menambahkan, musibah atau kecelakaan adalah karena perbuatan kita sendiri.

Dalam QS An Nisa ayat 79, Allah SWT berfirman yang artinya: “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allâh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri."

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X