• Rabu, 26 Januari 2022

Hati yang Selamat dari Siksa Akhirat Harus Bebas Penyakit Syahwat dan Syubhat

- Jumat, 5 November 2021 | 08:54 WIB
Ilustrasi berdoa di dalam masjid untuk ketenangan hati. (Foto: Alena Darmel/Pexels)
Ilustrasi berdoa di dalam masjid untuk ketenangan hati. (Foto: Alena Darmel/Pexels)

harianmerapi.com - Mendapat ketenangan hati akan menentramkan jiwa raga saat hidup di dunia. Di akhirat hati akan selamat dari siksa Allah, yakni di hari kiamat.

Hati yang selamat ini adalah hati yang selamat dari penyakit syahwat dan syubhat, yaitu hati yang berserah diri kepada Tuhannya dan perintah­Nya.

Di hati itu tidak ada sedikit pun penentangan terhadap perintah Allah dan penolakan terhadap pemberitaanNya.

Baca Juga: Silaturahim Merupakan Perintah Allah SWT, Ini Enam Hikmah yang Bisa Didapat

Itu adalah hati yang selamat dari sesuatu apa pun selain Allah dan perintah­Nya.

Hati itu tidak menginginkan kecuali Allah. Hati itu tidak mengerjakan kecuali apa yang telah Allah Taala perintahkan.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri dalam Ensiklopedi Manajemen Hati (jilid 3) menyampaikan agar hati selamat harus terpengaruh Alquran.

Hati dapat terpengaruh dengan Al-Quran, nasehat-nasehat, atau yang lainnya dengan empat perkara

Pertama, sesuatu yang dapat memberikan pengaruh seperti Al-Quran misalnya seseorang mendengarnya atau membacanya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X