• Selasa, 26 Oktober 2021

Hidup Seimbang, Sumber Segala Sumber Kebahagian Hidup Dunia dan Akhirat

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 05:00 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

BAGI seorang muslim, kehidupan yang seimbang dan keridhaan Allah SWT adalah sumber dari segala sumber dari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Firman Allah SWT : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Qasas, 28:77).

Dunia adalah ladang tempat bertanam, dan hasil yang dinikmatinya di dunia adalah sebagian kecil saja dari hasil yang sesungguhnya akan diperoleh. Bagian yang terbesar justru akan dinikmatinya kelak di akhirat yang penuh dengan kbahagiaan dan keabadian.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 20: Istri Pertama Pilih Mengalah

Islam memandang bahwa kehidupan itu bukan hanya duniawi saja, tetapi berkelanjutan sampai kehidupan di akhirat.

Hidup di dunia merupakan masa bakti yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, dan kehidupan paska kematian (kehidupan di akhirat) erat sekali hubungannya dengan kualitas hidup di dunia fana sekarang ini.

Apa yang dipetik di akhirat adalah hasil dari tanaman di dunia. Amal baik akan dibalasi dengan kebaikan dan kenyamanan, demikian juga amal buruk akan dibalasi dengan keburukan dan derita tiada akhir.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 30: Hidup Berkecukupan Namun Tak Suka Bermewah-mewah

Firman Allah SWT : ”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscara dia akan melihat (balasannya)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS Al-Zalzalah, 99:7-8).

Pemenuhan kehidupan dunia sebatas keperluan untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Oleh karena itu, setiap usaha yan dilakukan dalam kehidupan di dunia, haruslah senantiasa disesuaikan dengan hukum dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh syariat Islam.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terimalah Anak Apa Adanya

Rabu, 6 Oktober 2021 | 05:00 WIB

Menjadi Pribadi yang Sabar di Era Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 05:00 WIB
X