• Selasa, 16 Agustus 2022

Keseimbangan Dunia Akhirat, Menyelamatkan Diri Dari Penyakit

- Senin, 11 Oktober 2021 | 20:49 WIB
Ustadz Abdul Somad menyampaikan perlunya keseimbangan dunia akhirat bagi manusia. Salah satu faedah di dunia adalah menyelamatkan dari penyakit.  (Repro ustadz Abdul Somad Official )
Ustadz Abdul Somad menyampaikan perlunya keseimbangan dunia akhirat bagi manusia. Salah satu faedah di dunia adalah menyelamatkan dari penyakit. (Repro ustadz Abdul Somad Official )

HIDUP di dunia jangan sampai berat pada urusan dunia, tetapi juga jangan sampai berat pada urusan akhirat. Rosulullah mencontohkan harus seimbangnya antara urusan dunia dan akhirat

Dari Anas ra, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda,

"Bukanlah yang terbaik diantara kamu orang yang meninggalkan urusan dunia karena mengejar urusan akhirat, dan bukan pula orang yang terbaik orang yang meninggalkan akhiratnya karena mengejar urusan dunianya, sehingga ia memperoleh kedua-duanya, karena dunia itu adalah perantara yang menyampaikan ke akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban orang lain."

Hadist di atas menjelaskan tentang kehidupan manusia yang seharusnya, yaitu kehidupan yang berimbang, kehidupan dunia harus diperhatikan disamping kehidupan di akhirat.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 20: Istri Pertama Pilih Mengalah

Islam tidak memandang baik terhadap orang yang hanya mengutamakan urusan dunia saja, tapi urusan akhirat dilupakan.

Sebaliknya Islam juga tidak mengajarkan umat manusia untuk konsentrasi hanya pada urusan akhirat saja sehingga melupakan kehidupan dunia. Harus ada keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Ustadz Abdul Somad Lc. MA, dalam ceramah di Masjid Jami'Al Ghulam, Tembilahan, sebagaimana diunggah dalam kanal Ustadz Abdul Somad Offisial, Senin (11/10/2021), berjudul 'Amal-amal Badan' menyampaikan perlunya keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Baca Juga: Polisi Jaring PGOT di 11 Lokasi di Kota Salatiga

Di negeri 'Seribu Parit' itu dia menyampaikan perlunya keseimbangan dunia dan akhirat. Dahulu saat masih menuntut ilmu AlAzhar, setiap pulang haji di Makkah pulangnya ke Mesir membeli santan 'Kara'.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X