Korban Pencurian Memaafkan

ilustrasi
ilustrasi

INI termasuk fenomena baru. Seorang pencuri dimaafkan oleh korbannya, meski sudah babak belur dihajar massa. Dialah Glontho (46) warga Sentolo Kulonprogo yang mambawa kabur motor milik Mardiyanto (28) warga Pandak Bantul. Tak hanya itu, Glontho juga menggelapkan uang milik Mardiyanto Rp 400 ribu hasil jualan sayur. Beberapa hari lalu korban bersama teman-temannya mencari pelaku dan berhasil ditemukan namun pelaku kabur menggunakan motor curian. Lantaran panik, motor yang dibawa Glontho terperosok ke selokan, dan langsung dihajar ramai-ramai dan diserahkan ke polisi.
Anehnya, setelah dilakukan pemeriksaan, Mardiyanto malah memaafkan pelaku sehingga kasusnya tak dilanjutkan. Mungkin Mardi merasa iba sehingga memaafkan pelaku. Padahal, secara hukum formal, kasus tersebut bukan delik aduan, sehingga tak bisa diselesaikan secara musyawarah, meski antara korban dan pelaku sudah saling kenal. Mardi juga sangat dirugikan atas perbuatan Glontho yang membawa kabur motornya yang tiap hari dipakai jualan sayur. Tak hanya itu, pelaku juga menggelapkan uang hasil jualan sayur Rp 400 ribu. Tapi Mardi memaafkan pelaku dengan catatan yang bersangkutan tak mengulangi perbuatannya.
Bagaiamana bila pelaku tidak kapok dan mengulangi perbuatannya ? Tentu sudah tak ada ampun lagi bagi pelaku sehingga diproses hukum. Terkait tidak diprosesnya Glontho lantaran sudah dimaafkan oleh pelaku, kita menyebutnya sebagai diskresi atau pengecualian yang dilakukan oleh polisi demi kemanfaatan. Sebab, hukum harus memprioritaskan aspek kemanfaatan bagi pihak yang berperkara.
Langkah ini bisa menjadi preseden bagi penanganan kasus serupa lainnya. Meski begitu, kita perlu mengingatkan, tidak semua kasus pencurian dan penggelapan bisa diselesaikan melalui perdamaian. Ini juga mengingat nilai barang yang dicuri atau digelapkan, kalau nilainya kecil baru bisa diselesaikan dengan perdamaian. Itupun tergantung pihak korban. Bila korban tidak memberi maaf niscaya kasus tetap berlanjut.
Dalam kesepakatan perdamaian polisi bukanlah menjadi pihak, melainkan cukup menyaksikan. Sebab, bila masuk dalam pihak yang berperkara tentu keliru atau tidak pada tempatnya. Tapi bisa saja polisi menjadi fasilitator untuk mendamaikan. (Hudono)

Read previous post:
ASUS Exclusive Store Hadir di Plaza Ambarrukmo

YOGYA (HARIAN MERAPI) –  ASUS Exclusive Store (AES) resmi hadir di Plaza Ambarrukmo. ASUS Exclusive Store tersebut merupakan yang pertama

Close