Selfie Dihantam Ombak

ilustrasi
ilustrasi

BAGI Anda yang sering berwisata pantai, berhati-hatilah karena ombak sedang tidak bersahabat. Berdasar ramalan BMKG, ombak di Pantai Selatan mencapai ketinggian 4-6 meter hingga akhir pekan nanti. Tentu ini peringatan bagi para wisatawan pantai.
Bukan saja dilarang mandi di laut, tapi lebih dari itu, menjauhi bibir pantai karena ombak bisa sewaktu-waktu menyapunya. Seperti peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu, seorang bocah, Rafi Dwi (10) warga Bagelen Purworejo yang sedang berswafoto atau selfie di area pemecah ombak Pantai Glagah, Temon Kulonprogo, mengalami kecelakaan. Ia terpeleset hingga kepalanya terluka terantuk batu setelah dihantam ombak. Beruntung bocah tersebut tidak terbawa ombak karena segera ditolong. Korban pun dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Area pemecah ombak di Pantai Glagah memang menjadi tempat favorit untuk berfoto. Tapi di balik itu bahaya mengancam, yakni ketika tiba-tiba ombak besar menghantam. Masyarakat terkadang abai dan mengira tempat tersebut aman. Seperti dialami Rafi, bahaya sudah mengancam sejak awal, sehingga ketika datang ombak besar yang bersangkutan tak mampu mengantisipasinya.
Sebagai evaluasi, Rafi datang ke pantai bersama keluarga. Mestinya, keluarga juga mengingatkan yang bersangkutan untuk tidak berada di area berbahaya. Meskipun di area tersebut tidak tertulis pengumuman larangan bermain di tempat itu, namun pengunjung tetap harus hati-hati. Harus diasumsikan bahwa pantai adalah kawasan berbahaya, karena sewaktu-waktu datang ombak besar dan siap menggulung wisatawan. Terlebih sudah ada peringatan dari BMKG bahwa dalam pekan-pekan ini ombak tinggi 4-6 meter.
Kalau terjadi apa-apa, tergulung ombak misalnya, siapa yang disalahkan ? Penjaga pantai ? Tentu tidak, karena mereka sudah mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati. Termasuk kecelakaan yang menimpa Rafi, bukanlah tanggung jawab SAR atau penjaga pantai, tapi ditanggung sendiri. Keteledoran harus ditanggung sendiri. Secara hukum memang demikian, tak ada yang disalahkan dari peristiwa alam. Ombak besar, banjir, longsor dan gempa adalah peristiwa alam yang tak dapat dilawan, tapi dapat diantisipasi. Yakni dengan tindakan kehati-hatian agar tidak menjadi korban.
Memasang papan peringatan untuk tidak mandi di laut atau dekat-dekat dengan bibir pantai adalah bentuk antisipasi menghindari bahaya. Bila itu dilanggar, maka risiko ditanggung sendiri. (Hudono)

Read previous post:
PROTES KONTRAKTOR UNDERPASS KENTUNGAN- Aktivis JCW Gelar Aksi Mandi Uang

SLEMAN (MERAPI) -  Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba kembali melakukan aksi tunggal di kawasan underpass Kentungan Ring Road

Close