Gegara Cinta Segitiga

ilustrasi
ilustrasi

KASUS pembunuhan bos pabrik perabot rumah tangga, Budiyantoro (38) di Banguntapan Bantul banyak mendapat perhatian masyarakat. Dalam perkembangannya, kematian Budiyantoro ternyata melibatkan sang istri, Ny Kl (30). Bahkan, Ny Kl inilah yang menjadi otak pembunuhan sang suami. Sementara NK (22) mantan karyawan korban berperan sebagai eksekutor.
Kasus pembunuhan yang terjadi pada akhir Maret lalu itu juga menemukan fakta baru bahwa korban dihabisi di dalam rumahnya, bukan di dalam mobil. Lebih mengerikan lagi, korban dibunuh saat melakukan hubungan seksual. Bahkan Ny Kl ikut membantu menjerat leher suaminya hingga tewas.
Catatan paling penting dari kasus tersebut, Kl dan NK bakal dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara atau seumur hidup atau pidana mati. Ini kasus serius karena tuduhan yang dialamatkan kepada tersangka adalah pembunuhan berencana. Indikasi berencana ini terlihat dari tindakan Ny Kl yang mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghabisi nyawa sang suami. Untuk itu ia meminta bantuan NK sebagai eksekutor. Rencana telah dipersiapkan secara matang sehingga sudah tepat bila pelaku disangka dengan Pasal 340 KUHP.
Lebih menarik lagi kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi cinta segitiga. Dalam beberapa kasus kriminal, percintaan acap menjadi penyebab atau faktor terjadinya tindak pidana. Hanya karena dibakar api cemburu, orang bisa kalap dan tak lagi bisa berpikir sehat, sehingga melakukan perbuatan nekat, bahkan sampai harus menghabisi nyawa orang lain.
Kasus yang terjadi di Banguntapan Bantul ini sungguh kelewat sadis. Orang sedang berhubungan intim, terlepas siapa pasangannya, tiba-tiba dijerat lehernya dengan kawat hingga menemui ajal. Sadisnya lagi, sang istri membantu mempercepat eksekusi dan selanjutnya mayatnya dibuang di Sedayu.
Terlepas apa motifnya, pembunuhan yang direncanakan ancaman pidananya lebih berat ketimbang pembunuhan biasa atau spontan. Bahkan tak tertutup kemungkinan pelaku diancam hukuman mati sebagaimana diatur Pasal 340 KUHP.
Kiranya tak ada toleransi bagi pelaku pembunuhan sadis, termasuk pembunuhan yang dilakukan istri terhadap suami. Namun kalau sampai dijatuhi hukuman mati maka tidak ada lagi kesempatan bagi pelaku untuk memperbaiki diri. (Hudono)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close