Aji Sirep Mental

ilustrasi
ilustrasi

ADA berbagai cara dilakukan penjahat untuk membobol rumah korban. Salah satunya menggunakan aji sirep yang ditimbanya dari paranormal. Itulah yang dilakukan BH (25) warga Wonosobo saat menyatroni rumah korban Rudiyanto, warga Sardonoharjo Ngaglik Sleman, Minggu dini hari pekan lalu. Berbekal tanah kuburan ia mencoba menyirep penghuni rumah dengan cara menaburkan tanah tersebut ke rumah korban. Namun aksi itu gagal, bukannya korban terlelap, malah berteriak maling ketika pelaku terjatuh dari atap. Tak pelak teriakan penghuni rumah mengundang warga berdatangan dan langsung meringkus BH.
BH bukannya mendapat barang curian, malah harus masuk sel tahanan. Diduga ia pernah melancarkan aksi serupa di rumah korban lainnya. Soal apakah aji sirep itu efektif atau tidak, masih belum jelas. Boleh jadi ketika pelaku beraksi, penghuni rumah memang sedang tidur bukan karena aji sirep.
Aji sirep hanyalah modus aksi kejahatan, sedang perbuatan utamanya adalah mencuri atau mengambil barang milik orang lain secara melawan hukum. Konon, aji sirep mampu membuat penghuni rumah klenger alias terlelap tidur. Hanya saja tidak gampang untuk membuktikannya. Bisa jadi penghuni rumah terlelap karena kecapaian setelah sehari bekerja keras.
Dalam proses hukum pidana, penegak hukum tak perlu membuktikan efektivitas aji serap. Sebab, yang dilihat dalam hukum pidana adalah perbuatan yang bersifat konkret dan akibatnya. Tak peduli apakah pelaku menggunakan aji sirep atau tidak. Ini pula yang nanti diakomodasi dalam RUU KUHP yang baru yang juga mengatur soal paranormal maupun santet. Tidak perlu ada pembuktian karena deliknya bersifat formal. Misalnya orang mengaku bisa membunuh dari jarak jauh dengan kekuatan supranatural, sudah bisa dijerat pidana. Namun bagaimana nasib RUU KUHP tersebut hingga sekarang belum jelas.
Sebagai orang beragama tak perlu takut dengan aji sirep atau aji lainnya. Aji apapun akan kalah dengan doa. Karena itu, dalam Islam, orang sebelum tidur dianjurkan berdoa agar terhindar dari segala marabahaya, apapun jenisnya, termasuk penjahat yang menggunakan aji sirep. Kita asumsikan aji sirep sebagai bentuk sihir yang disebut-sebut menggunakan tanah kuburan sebagai medianya. Segala bentuk sihir akan hancur bila dilawan dengan doa, antara lain dengan membaca ayat Kursi, Surat Al Ikhlas, An Nas dan Al Falaq. Dengan bacaan tersebut, aji sirep akan mental. (Hudono)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Prajurit Yonif 512 mengajak anak-anak perbatasan belajar bersama
BERBAGI ILMU PENGETAHUAN Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 512 Ajak Anak Perbatasan Belajar Bersama

Close