Janda Pencuri

ilustrasi
ilustrasi

PW (31), janda tiga anak asal Temanggung kini harus berurusan dengan polisi. Pasalnya ia kedapatan mencuri HP dan laptop di kos-kosan kawasan Ngemplak Sleman beberapa hari lalu. Aksi pelaku tergolong nekat karena menerobos pintu kamar kos yang ada penghuninya. Saat itu korban, Rafli (21) sedang tidur pulas selepas tengah malam. Diduga saat itulah PW beraksi mengambil 2 HP dan 1 laptop di meja. Keesokan harinya Rafli baru tersadar telah kemalingan, kemudian lapor polisi.

Polisi yang bergerak cepat berhasil mengendus keberadaan pelaku di sebuah penginapan di Semarang. Saat itu juga pelaku diringkus dan dikeler ke Polsek Ngemplak. Saat diinterogasi PW mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, mengapa harus mencuri, bukankah masih banyak pekerjaan lain yang halal ?

Sepertinya PW hanya malas saja, dan enggan untuk berjuang hidup, apalagi dengan status janda tiga anak. Ia menjadi tulang punggung keluarga.
Alasan klasik mencuri untuk menghidupi keluarga rasanya hanya dalih belaka. Dalam persidangan nanti bisa saja majelis hakim mpertimbangkannya sebagai faktor yang meringankan, tapi rasanya tak bisa menjadi faktor pembenar atau penghapus kesalahan. Artinya, dalam keadaan seperti itu (menghidupi tiga anak yang masih kecil) tak dapat menjadi alasan pembenar perbuatan.

Sementara, pelajaran bagi anak kos yang menjadi korban pencurian, perlu kehati-hatian ketika meletakkan barang berharga. Rafli mungkin tak mengira bakal ada orang senekat itu, masuk kamar yang ada orangnya. Namanya saja pencuri, akan memanfaatkan kelemahan korbannya. Apalagi pintu kamar Rafli tidak terkunci sehingga membuat pelaku lebih leluasa mengambil barang korban. Jadi, idealnya, tutup atau kunci pintu sebelum tidur dan letakkan barang berharga di tempat aman yang jauh dari jangkauan orang yang berniat jahat.

Untungnya, kos Rafli dilengkapi dengan kamera CCTV sehingga bisa memantau gerak orang di sekitar lokasi. Diakui rekaman CCTV sangat membantu polisi mengungkap kasus kejahatan, termasuk kasus pencurian yang dialami Rafli. Kasus ini menjadi menarik perhatian karena pelakunya janda muda yang notabene masih punya banyak kesempatan untuk mencari nafkah secara halal.

Dalam penanganan kasus ini kiranya perlu mengedepankan aspek humanisme, antara lain dengan mengklarifikasi pengakuan PW bahwa dirinya mencuri karena kebutuhan hidup. Kalau perlu, agar pemeriksaan komprehensif perlu dihadirkan psikolog. (Hudono)

Read previous post:
LACAK PASIEN COVID-19 Polres Bantul Siapkan 225 Tracer

BANTUL (MERAPI) -  Kepolisian Polres Bantul telah menyiapkan 225 personel untuk menjadi tenaga tracer. Personel ini akan bertugas untuk membantu

Close