Klitih Kian Nekat

ilustrasi
ilustrasi

GEROMBOLAN klitih beraksi lagi, dan kecenderungannya makin nekat. Ketika semua orang sedang prihatin menyikapi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, segerembolan remaja klitih bikin onar dengan membikin gaduh di jalanan, tepatnya di Jalan Kapten Piere Tendean Yogya Sabtu dini hari pekan lalu. Mereka mengayun-ayunkan gir sembari menggeber motor, sehingga membuat resah warga. Kebetulan salah seorang mahasiswa bernama Rido (20) lewat di tempat tersebut dan menjadi sasaran klitih.

Lagi-lagi, klitih tak membutuhkan alasan untuk melakukan kekerasan. Mereka langsung mengarahkan ayunan gir ke Rido, namun korban berhasil menghindar. Ini membuat pelaku makin emosi dan mengejar korban. Setelah dekat, pelaku langsung menendang korban hingga terjatuh dari motor. Akibatnya korban mengalami luka cukup serius di bagian hidung dan mulut hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Warga yang kebetulan berada di lokasi berusaha mengejar, namun pelaku keburu kabur.

Itulah kelakuan klitih yang selalu menebar teror di masyarakat. Bahkan kini mereka tidak memilih target korban yang umumnya berusia sebaya. Mahasiswa yang notabene usianya lebih tua pun menjadi sasaran. Padahal korban Rido saat itu tak ada urusan dengan gerombolan cah klitih ini. Sebab, saat itu Rido hendak mencari makan dan kebetulan berpapasan dengan gerombolan klitih. Tanpa tahu sebabnya, tiba-tiba Rido diserang menggunakan gir.

Biasanya bila ada warga yang memergoki aksi klitih, pelaku langsung kabur karena tak berani berhadap-hadapan langsung dengan warga. Namun jika jumlah warga hanya sedikit, pelaku tetap berani berulah. Untuk itulah perlu ada gerakan kolektif atau bersama-sama melawan klitih sehingga pelaku akan keder. Meski begitu warga tak boleh bertindak main hakim sendiri karena justru melanggar hukum. Intinya perbuatan melawan hukum tak boleh dibalas dengan perbuatan melawan hukum pula.

Klitih adalah musuh bersama, sehingga harus dilawan secara bersama pula. Namun cara melawannya tidak boleh melanggar hukum. Bolehlah warga meringkus cah klitih untuk kemudian menyerahkannya kepada polisi agar diproses hukum.
Sementara polisi juga diharapkan lebih tegas lagi terhadap cah klitih. Jangan hanya menggunakan langkah diversi (di luar hukum) karena tidak membuat mereka jera. Langkah tegas pemidanaan tetap diperlukan agar mereka tak mengulangi perbuatannya. Sebab, anak-anak nakal itu nantinya akan ditempatkan di lapas khusus anak yang notabene tersedia fasilitas pendidikan yang representatif. (Hudono)

Read previous post:
Lebaran Mendatang, Guru Madin dan TPQ Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta

PATI (MERAPI) - Bupati Pati, H Haryanto SH MM MSi memastikan, jika pada Lebaran Idhul Fitri mendatang, akan memberikan bantuan

Close