Pembakaran Boks ATM

SULIT diterima akal sehat, segerombolan orang yang diduga berjumlah 3 orang tiba-tiba membakar gerai ATM di Jalan Kaliurang Blimbingsari Caturtunggal Depok Sleman Minggu dini hari lalu. Aksi mereka terekam CCTV yang kemudian langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Terlihat salah seorang masuk ke gerai ATM, mengeluarkan bom molotof dan langsung membakarnya. Sementara temannya mengawasi di luar dan langsung kabur setelah ATM terbakar.
Apa urusannya membakar mesin ATM ? Jawaban inilah yang kini ditunggu masyarakat selain menangkap pelaku. Sebab, diduga pelaku tak hendak menguras uang di dalam mesin ATM, melainkan sengaja merusaknya. Soal apa motifnya, pelakulah yang tahu persis.

Dalam beberapa kasus kriminal, pelaku merusak mesin ATM tak lain untuk membawa kabur isinya, alias pencurian. Tapi yang ini sungguh berbeda, yakni merusak, membakar namun tidak membawa uangnya. Boleh jadi pelaku ingin menebar teror di masyarakat. Atau, bisa jadi pula sebagai bentuk pelampiasan atas kekecewaan yang mereka alami. Persisnya tentu mereka sendiri yang tahu.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di saat masyarakat sedang prihatin dihantam pandemi Covid-19. Untuk hidup saja susah, mengapa harus neko2, bahkan sampai merusak fasilitas umum. Pelaku dapat diancam hukuman berat karena telah merusak fasilitas umum. Tapi nampaknya tak ada yang berspekulasi bahwa tindakan tersebut sebagai ekspresi kekecewaan, entah kepada siapa. Seperti halnya pernah terjadi dalam aksi demo peserta membakar pos polisi beberapa waktu lalu. Karenanya polisi dituntut untuk membongkar motif peristiwa tersebut.

Dalam kasus di atas, petugas pemantau CCTV kalah cepat dengan pelaku. Petugas baru datang ke lokasi ketika pelaku sudah kabur. Namun untunglah petugas bisa segera memadamkan api sehingga tidak merembet ke mana-mana. Lantaran aksi perusakan telah terekam CCTV, akan mempermudah polisi menangkap pelakunya.
Yang jelas, mencermati kronologinya, aksi pembakaran gerai ATM itu sudah direncanakan. Hal ini nampak dari aksi pelaku yang mengeluarkan bom molotof di balik jaketnya. Berarti sejak awal memang sudah ada niatan untuk membakar atau merusak gerai ATM.

Karena tindakannya sudah direncanakan, maka ancaman hukumannya lebih berat dibanding tindakan yang bersifat spontan.
Rasanya juga tak perlu mengait-kaitkan kasus tersebut dengan isu politik di Tanah Air, karena terlalu jauh dan tidak relefan. Kita memandangnya sebagai tindak kriminal biasa yang pelakunya harus diproses hukum. (Hudono)

Read previous post:
Atasi Batuk dan Flu dengan Biji Kemukus

BIJI kemukus memiliki segudang khasiat bagi kesehatan. Di antaranya dapat mengatasi batuk flu, mengobati asma dan sesak nafas serta menghilangkan

Close