Duel Maut

ilustrasi
ilustrasi

HANYA gara-gara saling ejek, dua sahabat bisa saling tantang untuk duel maut. Masing-masing membawa senjata mematikan. Mereka adalah JS (27) warga Caturtunggal Depok Sleman dan IA (24) warga Garut Jawa Barat. Entah apa yang dijadikan bahan ejekan, keduanya sepakat duel di tempat yang telah ditentukan, yakni depan bengkel di kawasan Jalan Raya Bakungan Wedomartani Ngemplak Sleman. Uniknya, mereka menuju tempat tersebut dengan berboncengan sepeda motor. IA membawa pisau sedang JS membawa keling.
Namun belum sampai duel pecah, dan keduanya sudah saling menghunus senjata, keburu warga datang dan mengamankan mereka. Polisi pun membawa keduanya ke sel tahanan lantaran telah membawa senjata. Jadi, walaupun senjata belum digunakan, keduanya tetap dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.
Itulah peran aktif warga dalam menjaga kamtibmas. Mereka berhasil menggagalkan duel maut yang melibatkan dua teman dekat. Andai tak ada warga yang melerai, boleh jadi mereka sudah berdarah-darah. Sementara pemilik bengkel di sekitar lokasi merasa terganggu dengan ulah dua pemuda tersebut, sehingga lapor kepada warga yang langsung menindaklanjutinya. Polisi pun bergerak cepat menangkap mereka dan menjebloskan ke sel tahanan.
Dalam KUHP sebenarnya diatur soal duel satu lawan satu yang sebelumnya diawali dengan membuat surat tantangan atau saling tantang. Namun dalam perkembangannya, tak ada toleransi terhadap perbuatan tersebut. Artinya, duel tanding tetap melanggar hukum dan pelakunya diancam pidana, terlepas siapa yang menang dan kalah.
Tentu ini berbeda dengan duel resmi dalam pertandingan olah raga, seperti tinju, karate maupun tanding bebas. Meski orang yang terlibat pertandingan berdarah-darah, tidaklah bisa dituntut hukum karena sudah melalui prosedur standar. Bahkan, bila ada yang meninggal akibat pertandingan tersebut, tak serta merta dapat dituntut hukum, kecuali di dalamnya ditemukan unsur kesengajaan untuk menghabisi orang lain. Jadi dalam dunia olah raga ada aturan yang berbeda ketika terjadi peristiwa yang tak diduga (musibah), sehingga butuh pendalaman dan pencermatan.
Kembali soal duel antara JS dan IA, sama sekali tidak dilindungi hukum. Sehingga, sekalipun duel itu seimbang, masing-masing membawa senjata, tetap dilarang hukum dan pelakunya terancam pidana. (Hudono)

Read previous post:
PKK Harus Terdepan Perangi Covid-19

TEMANGGUNG (MERAPI) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Temanggung Denty Eka Widi Pratiwi mengatakan keterlibatan secara

Close