Serba Salah

ilustrasi
ilustrasi

DI masa pandemi Covid-19 ini banyak orang yang serba salah dan repot, apalagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan dan mengandalkan pemasukan dari usaha berjualan kecil-kecilan. Bagaimanapun usaha mereka dibatasi, bukan dilarang, terlebih kini diberlakukan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM).

Tentu kondisinya berbeda dengan mereka yang berstatus PNS atau ASN, yang bekerja di manapun digaji secara tetap. Artinya metode work from home atau bekerja di rumah tidaklah mempengaruhi penghasilan mereka. Tidak masuk kerja pun tetap dibayar. Sepertinya memang terasa tidak adil ketika mereka yang bekerja di sektor swasta tak penghasilannya berkurang lantaran aktivitasnya dibatasi akibat penerapan PTKM.

Tapi, apa boleh buat, demi keselamatan masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah bertindak tegas dengan menerapkan PTKM. Mereka yang melanggar atau membandel bakal dikenai sanksi. Misalnya mereka yang tetap membuka usaha di luar jam operasional yang diizinkan, bukan saja kena tegur, tapi usahanya bisa ditutup paksa. Wajar bila mereka merasa dirugikan atas kebijakan PTKM.

Itupun dalam kenyataannya masih banyak pelanggaran, sehingga PTKM pun diperpanjang. Sampai kapan, kita belum mengetahui. Bila angka orang yang terpapar Covid-19 terus bertambah maka boleh jadi PTKM terus diperpanjang, sampai kapan ? Sulit menjawabnya. Muncul pertanyaan, apakah PTKM efektif ? Untuk menjawabnya tentu harus menggunakan beberapa indikator. Antara lain, sejauh mana ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan, sejauh mana ketegasan aparat penegak hukum menindak pelaku pelanggaran dan sebagainya.

Bahayanya, bila masyarakat abai dan tak lagi menganggap Covid-19 sebagai ancaman, sementara di sisi lain aparat penegak hukum sudah jenuh dan putus asa. Untuk itulah perlu kesadaran kolektif masyarakat untuk menegakkan protokol kesehatan. Masyarakat juga harus maklum bila selama pandemi pendapatan mereka berkurang. Inilah perlunya kearifan masyarakat yang kental dengan budaya gotong royong.

Singkat kata, kepentingan ekonomi dan kesehatan terus mengemuka selama pandemi. Keduanya tak perlu dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring tanpa mengabaikan satu dengan lainnya. (Hudono)

Read previous post:
Klub Basket Satya Wacana Ganti Nama The Saints Salatiga

SALATIGA (HARIAN MERAPI) - Tak hanya bersiap secara teknik, Satya Wacana Salatiga juga berusaha memperkuat branding mereka dengan meluncurkan nama

Close