Aturan Dunia Kriminal

ilustrasi
ilustrasi

DALAM dunia kriminal ternyata ada semacam aturan tak tertulis menyangkut perilaku para pihak. Misalnya, dalam transaksi narkoba, ada semacam unggah-ungguh pelanggan tak boleh membeli barang dari pengedar lain. Agaknya itulah yang terjadi dalam peristiwa penganiayaan seorang pelanggan narkoba oleh pengedar. PSA (25) warga Cimanggis Jabar beberapa hari lalu dihajar oleh dua pengedar narkoba, TPN (23) dan AYS (26) warga Caturtunggal Depok Sleman gara-gara membeli narkoba dari pengedar lain, yang notabene kakak TPN.

Korban pun segera lapor polisi dan langsung menangkap kedua pelaku saat nongkrong di daerah Gowok Caturtunggal Sleman. Atas perbuatannya, TPN dan AYS dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Lantas, bagaimana dengan aktivitas mereka sebagai pengedar narkoba ? Nah itu lain lagi urusannya, sehingga mereka dapat dituntut secara berlapis. Justru dengan adanya kasus penganiayaan, aktivitas mereka sebagai pengedar narkoba terbongkar.

Selayaknya polisi tidak hanya fokus pada kasus penganiayaan, melainkan juga kasus narkoba sebagai penyebab masalah. Andai TPN dan AYS tidak menganiaya PSA, belum tentu kasus narkobanya terungkap. Malahan polisi dapat mengembangkan kasus tersebut, yakni dengan memburu tersangka lain, yakni kakak TPN yang menyuplai narkoba kepada PSA.

Dengan menangkapi para pengedar akan diketahui kepada siapa saja barang haram itu diedarkan dan di mana saja wilayahnya. Diyakini, bila kasus ini dikembangkan, tersangka akan bertambah dan jaringannya bisa terkuak. Sebab, umumnya bisnis haram ini tidak hanya melibatkan pemain tunggal, tapi sindikat. Mereka sudah terorganisir rapi dengan pembagian tugas yang rapi pula.

Tak hanya itu, polisi juga dapat mengembangkan kasus ini, antara lain dari mana pelaku mendapatkan barang, apakah ada kerja sama dengan oknum dokter, apoteker atau pihak apotek. Rasanya tidak mungkin mereka mendapatkan obat daftar G tanpa ada kongkalikong.
Tak kalah penting adalah konsumen narkoba. Selama ini, bila konsumen tertangkap banyak yang hanya direhabilitasi, namun setelah itu tak ada pengawasan. Ada pula yang ditempatkan di Lapas khusus, namun ironisnya di tempat khusus ini mereka masih dapat mengakses narkoba.

Itulah perlunya pengawasan ketat di Lapas khusus narkoba. Baik sipir maupun petugas lainnya harus pula diawasi jangan sampai tergoda rayuan warga binaan yang mengajak bisnis narkoba. (Hudono)

Read previous post:
KASAT SABHARA POLRES SLEMAN AKP M SHOLEH SH MM- Tingkatkan Patroli Dialogis dengan Masyarakat

SLEMAN (MERAPI)-Sejak dilantik oleh Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto SIK, Kasat Sabhara Polres Sleman AKP M Sholeh SH MM menyatakan

Close