Tawuran di Masa Pandemi

ilustrasi
ilustrasi

SEMPAT-SEMPATNYA di masa pandemi Covid-19 ini para remaja tawuran. Ini terjadi di Lapangan Ambarketawang Gamping Sleman, Senin petang pekan lalu. Dua kelompok remaja ini tawuran dengan membawa berbagai senjata, antara lain palu dan airsoftgun. Sedikitnya 5 orang dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami luka di beberapa bagian anggota tubuh. Untung warga sekitar membubarkan tawuran tersebut hingga tidak berlanjut.

Mengapa mereka tawur ? Inilah yang harus diwaspadai para orang tua. Awalnya, kedua kelompok ini saling ejek di media sosial. Berikutnya, mereka saling tantang dan menentukan tempat untuk berkelahi yakni di Lapangan Ambarketawang. Namun perkelahian tidak seimbang karena salah satu kelompok membawa teman lebih banyak dari yang lain.

Catatan penting atas peristiwa tersebut, anak-anak tidak terkontrol ketika main HP dan berselancar di media sosial. Orang tua tak pernah mengetahui apa yang dilihat dan dikmunikasikan anaknya. Padahal, mereka sedang merencanakan tawuran yang notabene bisa dicegah bila orang tua peduli. Meski harus cerewet, orang tua tak boleh melepas pengawasannya kepada anaknya.

Selain itu, anak-anak dengan mudahnya mengakses berbagai senjata, mulai dari palu hingga airsoftgun. Apakah orang tua juga tidak tahu ? Atau pura-pura tidak tahu ? Jangan-jangan malah mereka yang membeli senjata tersebut untuk anak kesayangannya. Padahal, kalau memang sayang anak, bukan dengan cara memberi apapun yang mereka inginkan. Sebab, boleh jadi yang mereka minta justru membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Pencegahan tentu lebih diutamakan ketimbang penindakan. Mencegah jangan sampai terjadi tawuran. Dan menindak bila mereka telanjur tawuran. Hanya saja, aparat penegak hukum tetap dibatasi aturan, yakni UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Anak. Terkadang, dalam batas tertentu aparat melakukan diversi atau penyelesaian di luar hukum, bila ancaman hukumannya ringan dan bukan tindak pengulangan.

Sudah banyak kasus tawuran yang berakibat nyawa melayang. Sistem pembelajaran daring memang membuat siswa bosan dan ingin mencari suasana lain. Bila tidak hati-hati, mereka bisa terjeremus ke tindak kriminal seperti pada kasus di atas. Tidaklah patut di masa pendemi yang penuh keprihatinan ini anak-anak justru terlibat tawuran. Para orang tua jangan merasa bangga ketika melihat anaknya terlibat tawuran. Cegahlah sebelum terlambat. (Hudono)

Read previous post:
PENUTUPAN MONACO: Tetap Berkarya dan Berprestasi di Masa Pandemi

YOGYA (MERAPI) - Selama satu bulan sudah kegiatan Moehi National Competition (MONACO) tahun 2020 digelar dan penutupan sekaligus pengumuman para

Close