‘Gogrok Covid’

ilustrasi
ilustrasi

PENGHARGAAN Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19  dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) kepada Pemerintah Kota Yogyakarta  hendaknya menjadi momentum kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan. Kemen PAN RB tentu memiliki banyak pertimbangan hingga Kota Yogya meraih penghargaan di bidang pelayanan publik ini. Penghargaan tersebut juga tak lepas dari gerakan program ‘Gogrok Covid’ yang ditelurkan Kelurahan Purbayan Kotagede yang kini diterapkan hampir di seluruh kampung Kota Yogya.

Hemat kita, penghargaan Top 21 dari Kemen PAN RB merupakan pengakuan dari pemerintah pusat bahwa Kota Yogya berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Meski kini jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat, namun penyebaran virus tersebut masih bisa dikendalikan.

Begitu pula program ‘Gogrok Covid’ yang merupakan akronim dari gotong royong ketahanan masyarakat menghadapi wabah Covid-19 bisa diterapkan di seluruh kampung atau kelurahan/desa di DIY. Namun kita perlu mengingatkan agar program tersebut tak sekadar menjadi  jargon yang jauh dari implementasi di lapangan. Sebab, apapun nama programnya, ketahanan masyarakat dalam menghadapi  wabah Covid-19 menjadi kunci utama mengatasi persoalan.

Beberapa kalangan mungkin menganggap program ‘Gogrok Covid’ hanyalah sebuah ironi karena tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, lantaran jumlah orang yang terpapar virus Korona ini terus bertambah, bahkan belakangan mengalami lonjakan signifikan Harus kita akui, masih ada sebagian masyarakat  yang abai terhadap protokol kesehatan. Bahkan, masih ada pula yang  menganggap virus Korona tidak nyata.

Terkait hal ini,  sosialisasi penanganan Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan. Tak hanya itu, pemerintah juga mulai mengampanyekan program vaksin,  agar  masyarakat tak ragu untuk disuntik vaksin. Sebab, sebelum vaksin itu didistribusikan ke masyarakat, sudah melalui uji klinis dan mendapat izin edar dari BPOM.
Selain itu juga perlu dikampanyekan bahwa vaksin bukanlah senjata pamungkas untuk menangani Covid-19. Sebab, yang paling utama adalah masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus dijalankan. Dengan cara itu, diharapkan pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Dalam konteks itulah program ‘Gogrok Covid’ harus diimplementasikan secara konsisten sehingga ketahanan masyarakat benar-benar terjaga. (Hudono)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Andika Pandu Puragabaya
ANDIKA PANDU SOSIALISASI EMPAT PILAR DI MOYUDAN “Mari Kita Implementasikan Dalam Kehidupan Sehari-hari…”

Close