Kalah Judi Online

ilustrasi
ilustrasi

KISAH pembunuhan penjual soto yang jenazahnya ditemukan di Jalan Wonosari-Yogya tepatnya tikungan Irungpetruk Patuk, masih berlanjut. Sebelumnya diceritakan, kedua pelaku pembunuhan sadis terhadap Sugiyanto, yakni MA (23) warga Sorowajan Banguntapan Bantul dan DL (23) warga Gedongtengen Yogya, hendak menagih utang namun urung. Dalam perkembangannya, ternyata mereka kalah judi online sehingga merencanakan perampokan dengan sasaran acak.

Akhirnya mereka menemukan sasaran Sugiyanto yang saat itu sedang mengendarai motor sendirian di tikungan Irungpetruk menuju Yogya. Diduga pelaku dalam keadaan mabuk setelah menenggak miras, langsung memepet motor Sugiyanto hingga terjatuh. Setelah itu mereka menghujani korban dengan sangkur hingga menemui ajal. Pelaku pun mengambil unang korban di dompet dan tas total Rp1,6 juta. Mereka kemudian kabur ke rumah orangtuanya di Bandung.

Berkat kejelian petugas, keduanya berhasil diringkus. Ternyata, pelaku merampok dan membunuh Sugiyanto lantaran kalah judi online Rp 8 juta. Kedua pelaku panik dan berusaha mendapatkan uang dengan cepat untuk melunasi utang judi. Namun tindakan mereka sungguh biadab, hanya karena kalah judi, sampai harus membunuh penjual soto dan merampas uangnya yang hanya Rp 1,6 juta.

Padahal, dalam terminologi hukum, utang judi merupakan perikatan alami yang hanya mengikat secara moral. Artinya, kalaupun tidak melunasi, mereka juga tidak dapat dituntut pidana. Mengapa ? Karena peristiwa perjudian adalah pelanggaran hukum, sehingga tidak ada kewajiban siapapun yang kalah untuk melunasinya.

Apalagi, kedua pemuda itu sampai menghabisi nyawa orang hanya gara-gara terjerat utang perjudian. Sungguh dua kejadian yang tidak seimbang. Jauh lebih baik tidak membayar utang judi ketimbang harus merampok dan membunuh. Pasalnya, utang judi tak bisa dipidanakan. Justru yang bisa dipidanakan adalah perjudiannya itu sendiri. KUHP jelas melarang praktik perjudian sebagaimana diatur Pasal 303, baik itu dilakukan secara online maupun offline.

Seiring perkembangan teknologi, perjudian kini bisa dilakukan secara online, namun esensinya sama saja, yakni menggantungkan nasib secara untung-untungan untuk mendapatkan kemenangan, dengan sedikit kemahiran bermain (judi). Polisi semestinya melacak juga praktik perjudian yang mereka jalankan, sehingga pasal yang dituduhkan bisa berlapis, antara lain pasal pencurian, pembunuhan dan perjudian. (Hudono)

Read previous post:
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Merintis Jadi Sekolah Unggulan Berbasis Riset

YOGYA (MERAPI) - Guru memiliki peran sentral dalam mengembangkan potensinya untuk dapat mendukung berbagai perkembangan anak seperti perkembangan kognitif, perkembangan

Close