Kerawanan Lampu Merah

ilustrasi
ilustrasi

LAMPU merah atau traffick light bukanlah tempat yang dijamin aman. Bahkan, aksi kejahatan bisa dilakukan saat lampu merah menyala, yakni saat semua kendaraan berhenti. Di Jakarta misalnya, kita sering mendengar kasus penjahat yang mencuri spion saat mobil berhenti di lampu merah. Pelaku dengan santainya memereteli spion yang masih terpasang di mobil, sementara sang pemilik tak mau berspekulasi memperingatkan dengan membuka kaca. Sebab, bila membuka kaca justru akan lebih parah lagi akibatnya. Karena penjahat bisa melakukan penodongan.

Itu kasus di Jakarta, sedang di Yogya tak separah itu. Tapi, aksi kriminal tetap bisa terjadi ketika lampu merah menyala dan kendaraan berhenti. Seperti peristiwa yang terjadi di Simpang Empat Kronggahan Gamping Sleman Sabtu pagi pekan lalu, dua mahasiswa berboncengan bersepeda motor dianiaya 5 orang tak dikenal yang tiba-tiba turun dari mobil saat lampu merah menyala. Begitu pelaku turun dari mobil, langsung menanyai ke mana tujuan kedua mahasiswa tersebut. Mereka juga akan memeriksa bukti WA di HP kedua mahasiswa itu. Belum sampai HP diberikan, pelaku langsung memukuli dua mahasiswa itu hingga memar-memar. Selanjutnya mereka kabur.

Polisi masih menyelidiki kasus ini, termasuk motif pelaku memakuli dua mahasiswa Novan (23) dan Bahruzal (17) asal Palbapang Bantul. Melihat gelagatnya pelaku mencurigai kedua mahasiswa itu sedang bermasalah, sehingga perlu memeriksa WA. Namun itu belum jelas, apakah kedua mahasiswa itu yang dimaksud, atau salah sasaran.

Yang penting dari peristiwa di atas, traffick light pun bisa menjadi tempat yang tidak aman, karena orang bisa seenaknya menganiaya orang lain. Padahal, saat itu, sekitar pukul 05.00 suasana cukup ramai. Bahkan, masih ada beberapa kendaraan yang antre menunggu lampur merah berhenti menyala. Namun, mengingat jumlah pelaku penganiayaan 5 orang, para pengendara kendaraan di lokasi kejadian tak bisa berbuat banyak.

Dari peristiwa itu juga tidak nampak ada motif ekonomi, karena pelaku tak mengambil barang apapun dari korban. Begitu puas menganiaya, mereka langsung kabur. Baru setelah itu korban melapor ke polisi. Posisi korban tentu serba sulit. Padahal ketika itu korban sebenarnya bisa menghindar dengan cara melarikan diri, namun melanggar rambu lalu lintas. Sebenarnya, demi keselamatan mereka, melanggar rambu bisa dimaklumi ketika keselamatan terancam. Kondisi itu bisa dikatakan darurat. Sayangnya korban tidak menyangka bakal menjadi korban penganiayaan. (Hudono)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close