Modus Menuduh Klitih

ilustrasi
ilustrasi

JANGANLAH terlalu gampang menuduh klitih, kalau belum ada bukti. Salah-salah, justru si penuduh itulah yang klitih. Itulah yang dilakukan dua pemuda NP (38) warga Baturetno Bantul dan JN (21), warga Surokarsan Mergangsan Yogya. Keduanya main hakim sendiri dengan mengeroyok seorang pemuda, Anton Wijaya, warga Rongkop Gunungkidul, yang dituduhnya klitih beberapa hari lalu. Selain mengeroyok Anton di Lapangan Karang Kotagede, kedua pelaku juga merampas HP dan dompet korban.

Peristiwa itu berawal ketika Anton bersama seorang rekannya melintas di Baturetno dan oleh warga dicurigai klitih. Warga pun mengejar korban, dan dua pelaku berhasil menangkapnya kemudian dibawa ke Lapangan Karang Kotagede. Di tempat itulah korban dihajar habis-habisan dan dirampas HP dan dompetnya. Agaknya, NP dan JP memanfaatkan kecurigaan warga terhadap korban demi keuntungan pribadi. Kelakuan NP dan JP justru melebihi klitih, sudah menghajar masih merampas dompet dan HP. Untungnya korban segera melapor hingga kedua pelaku ditangkap.

Sangat disayangkan, warga yang saat itu mengejar Anton tidak memantau kelakuan NP dan JP yang justru mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Bahkan warga juga tidak tahu bila kedua pelaku ini membawa Anton ke Lapangan Karang untuk dihajar dan dirampas HP-nya. Tentu ini juga menjadi peringatan bagi warga untuk tidak sembarang menuduh orang klitih. Karena justru bisa dimanfaatkan orang lain untuk meraih keuntungan ekonomi, seperti NP dan JP.

Dalih pelaku bahwa mereka salah sasaran rasanya juga mengada-ada. Kalau salah sasaran, mengapa pula mereka merampas HP? Boleh jadi, justru kedua pelaku itulah yang klitih, karena tindakannya sangat merugikan orang lain. Kalau memang hendak menangkap klitih, sebaiknya langsung diserahkan ke polisi agar diproses hukum. Tapi kini keadaan berbalik, penangkap orang yang dikira klitih itulah yang diproses hukum.

Jangan sampai terjadi klitih teriak klitih. Pun warga harus waspada dan cermat, siapa sesungguhnya yang klitih. Jangan asal kejar dan tangkap. Apalagi, polisi telah memiliki mekanisme hukum untuk memproses cah klitih. Kita tentu setuju kilih harus diberantas. Tapi kita tidak setuju orang asal menuduh klitih tanpa ada bukti permulaan yang cukup. Cara-cara main hakim sendiri adalah modus yang digunakan cah klitih. Sehingga, kalau tak mau dituduh klitih, janganlah main hakim sendiri. (Hudono)

Read previous post:
UKDW Ambil Bagian dalam InnoXJogja 2020

YOGYA (MERAPI) - Block71 Yogyakarta bekerja sama dengan Centrino UKDW, AMIKOM Business Park, Akademi Inovatif UGM, HUB Kreatif UGM, Inkubasi

Close