Terpikat Investasi Bodong

ilustrasi
ilustrasi

MASIH saja ada orang tertarik investasi yang tidak jelas alias bodong. Bahkan, korbannya kebanyakan mahasiswi yang notabene termasuk kaum intelek. Mereka tertarik menanamkan uangnya karena janji mendapat keuntungan berlebih. Bayangkan, hanya menyetor Ro 3 juta dalam waktu kurang sebulan sudah mendapat keuntungan Rp 1 juta.

Agaknya, karena tergiur dengan iming-iming keuntungan besar itulah korban tertarik dan terus menanamkan uangnya. Endingnya bisa ditebak, ketika uang yang disetor makin besar, pelaku tak lagi menunjukkan batang hidungnya. Ia kabur membawa uang hingga ratusan juta rupiah.

Itulah yang dilakukan EG (22), mahasiswi di Yogya yang mampu mengelabui belasan mahasiswi dan karyawati dengan modus arisan bodong. Pelaku agaknya memahami kondisi psikologis teman-temannya sehingga tak terlalu sulit untuk menawarkan investasi dengan keuntungan selangit. Tapi ujung-ujungnya, itu hanyalah akal-akalan EG untuk menggaet uang dalam jumlah besar. Diduga, ia melakukan perbuatan tersebut karena terlilit utang.

Teman-teman kampus tempat EG kuliah mungkin percaya begitu saja lantaran sudah saling mengenal. Bahkan, untuk meyakinkan, EG berani membuat perjanjian kerja sama investasi bermeterai. Dari situlah teman-teman EG percaya bahwa usaha yang dijalankannya itu legal atau resmi. Hingga suatu saat ketika beberapa waktu lamanya para ‘nasabah’ tidak mendapatkan keuntungan, mereka curiga ada yang tidak beres dengan usaha EG. Sedikitnya empat korban telah melapor ke polisi dan kini masih didalami petugas.

Kasus ini bukan lagi masalah perdata karena di dalamnya diduga kuat ada unsur penipuan, yakni menghimpun dana untuk kepentingan pribadi dengan dalih investasi atau arisan. Beda halnya dengan investasi beneran yang masing-masing pihak telah sepakat untuk memutarkan uangnya guna usaha tertentu dan jelas. Sedangkan usaha yang dijalankan EG tidak jelas, melainkan hanya melakukan penipuan belaka, jadi unsur pidananya sudah sangat kuat.

Mana ada investasi beneran berani memberi keuntungan di atas 50 persen untuk jangka waktu sebulan atau lebih ? Dipastikan itu hanyalah bohong-bohongan. Tapi, mengapa juga masih ada orang tertarik dengan investasi bodong. Tak lain karena dorongan kuat untuk mendapatkan keuntungan berlipat tanpa mau bekerja keras.

Akhirnya hal itu dimanfaatkan penipu untuk mengeruk keuntungan. Kalau memang mau berinvestasi, pelajari dulu propektusnya dan dicek benar tidak usahanya. Bila ternyata bodong, jangan mendapatkan keuntungan, modal yang telah disetor pun bakal hilang. (Hudono)

Read previous post:
ilustrasi
Puluhan Anak di Kulonprogo Jadi Korban Kekerasan Seksual

Close