Bahaya Layang-layang

ilustrasi
ilustrasi

SAAT ini musim layang-layang. Langit Yogya pun dihiasi warna-warni layang-layang dengan berbagai bentuk yang unik, mulai dari model binatang, hantu dan sebagainya. Sepertinya tak ada yang salah dengan fenomena tersebut. Bahkan, langit Yogya menjadi terkesan indah dan menawan. Penjual layang-layang juga merebak di mana-mana.
Bermain layang-layang pada dasarnya tidak dilarang. Namun akan menjadi masalah serius, bahkan berdampak hukum bila bermain layang-layang di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Seperti terjadi baru-baru ini di KKOP Adisutjipto, sebuah layang-layang nyangkut di roda pesawat saat hendak mendarat. Untungnya, insiden tersebut tidak berakibat fatal dan tak ada korban jiwa. Padahal, bila layang-layang tersebut sampai masuk mesin pesawat, akibatnya sangat fatal.
Untuk itulah otoritas Bandara Adisutjipto segera membentuk satgas untuk mengamakan KKOP. Siapapun yang menerbangkan layang-layang di sekitar KKOP bakal dijerat UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman pidana 3 tahun penjara. Pasalnya, area KKOP harus steril dari segala macam benda yang bisa menghalang-halangi operasional pesawat.
Apakah dengan demikian, bermain layang-layang dilarang ? Tentu tidak. Dilarang bila tempat bermainnya adalah di area KKOP. Tentu larangan seperti ini wajar adanya, karena bisa membahayakan keselamatan penumpang pesawat. Sulit membayangkan, hanya gara-gara ada layang-layang nyangkut di mesin pesawat, keselamatan penumpang menjadi taruhan. Tentu ini tidak sebanding.
Menerbangkan layang-layang di KKOP sama bahayanya dengan menerbangkan balon udara di KKOP. Hanya saja, untuk yang disebut terakhir ini lebih sulit melacak pelakunya. Sebab, boleh jadi balon tersebut diterbangkan dari daerah yang sangat jauh dari bandara. Namun karena tiupan angin, balon tersebut bisa mendekati KKOP. Nampaknya, lebih berbahaya menerbangkan balon udara yang menggunakan api , ketimbang balon gas. Balon udara yang menggunakan kekuatan api sebagai pendorong tentu sangat berbahaya bila menyangkut di pesawat, apalagi sampai masuk mesin.
Untuk itulah beberapa waktu lalu petugas sering merazia balon udara yang menggunakan api sebagai kekuatan pendorong. Kebanyakan balon-balon tersebut diterbangkan dari Wonosobo Jateng yang kemudian karena tiupan angin masuk wilayah DIY. Razia perlu dilakukan demi keselamatan orang banyak. Nampaknya, balon udara yang menggunakan api sebagai kekuatan pendorong, sudah harus dilarang, di manapun ia diterbangkan. Sedang, untuk layang-layang, hanya dilarang diterbangkan di area bandara. (Hudono)

Read previous post:
Mumpung Libur Panjang, Yuk Plesir ke Lembah Sorory

Close