Dilihat, Diraba dan Diterawang

Ilustrasi

ITULAH cara sederhana untuk mengecek keaslian uang. Namun, kini sudah ada cara lebih praktis lagi dengan menggunakan sinar ultraviolet yang umumnya dimiliki para pedagang. Meski sudah banyak pelaku ketangkap gara-gara mengedarkan uang palsu (upal), masih saja ada orang yang coba-coba mengedarkannya demi meraih untung.

Seperti dilakukan Ny Sg (63), warga Gebang Purworejo, harus berurusan dengan polisi lantaran mengedarkan uang palsu. Ia berdalih tidak tahu bahwa uang yang dibelanjakan adalah palsu. Ngakunya uang tersebut diperoleh dari berjualan kambing senilai Rp 1 juta yang dibayar oleh pembeli dengan pecahan 100 ribu, 900 ribu di antaranya adalah palsu. Uang tersebut oleh Sg kemudian dibelanjakan d Pasar Bendungan Wates.

Ia membeli udang Rp 20 ribu dengan pecahan 100 ribu upal, dan kembaliannya berupa uang asli. Selanjutnya, masih di pasar yang sama ia membeli mi kering dan kaldu total Rp 10 ribu. Namun, anehnya, ia membelinya dengan pecahan 100 ribu lagi, bukan dari pengembalian saat membeli udang yang notabene masih Rp 80 ribu uang asli.

Dari sinilah terungkap indikasi kuat bahwa yang bersangkutan sengaja mengedarkan uang palsu. Untungnya, penjual mi kering langsung curiga ketika menerima pecahan 100 ribu dari Sg dan langsung meneriaki Sg mengedarkan upal. Sg pun langsung diamankan petugas keamanan pasar dan selanjutnya dibawa ke kantor polisi.

Sebenarnya, kalau seseorang memang benar-benar tidak tahu bahwa uang yang ia belanjakan adalah palsu, dan mengiranya sebagai uang asli, tidaklah dihukum. Tapi, apa yang dilakukan Sg rasanya tidak masuk akal karena dia justru tidak mau menggunakan uang asli pengembalian saat ia membeli udang. Dari sinilah polisi tidak percaya bahwa Sg tidak tahu uang tersebut palsu. Ia patut menduga uang yang ia belanjakan adalah palsu. Untuk itulah polisi memprosesnya. Ia disangka dengan KUHP khususnya tentang pemalsuan uang dan UU tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Berkaitan kasus di atas, masyarakat harus ekstra hati-hati ketika membelanjakan uang. Teliti dulu sebelum bertransaksi. Bila ragu uang tersebut asli atau palsu, bisa langsung ditanyakan ke BI di kantor perwakilan. Jangan coba-coba membelanjakan uang yang diduga palsu, karena urusan bisa panjang. Karena itu, untuk mengecek keaslian uang, rumusnya 3 D , yakni dilihat , diraba dan diterawang. (Hudono)

Read previous post:
Open Call Matra Kriya Fest 2020, Diperpanjang

KOMPETISI seni kriya bertajuk Mitra Kriya Fest (MKF) 2020 yang dibuka sejak 14 September, kini diperpanjang hingga 30 Oktober 2020.

Close