Memperdaya Perempuan

ilustrasi
ilustrasi

INI peringatan keras bagi perempuan, terutama ibu-ibu yang sedang punya masalah dengan suami. Sebab, ada penjahat bergentayangan yang mengaku-aku sebagai polisi hanya untuk menggaet simpati perempuan. Penjahat tersebut, RA (41) warga Ciracas Jakarta Timur, beberapa hari lalu beraksi di Wonosari Gunungkidul dan berhasil memperdaya seorang perempuan, Ny Han (38), warga Kapanewon, Wonosari. Untung aksi tidak berlanjut setelah kedoknya terbongkar. RA ternyata hanya mengaku-aku sebagai polisi, padahal hanya pengangguran.

Kedok RA terbongkar ketika yang bersangkutan meminta izin Pak RT untuk bermalam di rumah kekasihnya, Ny Han. Setelah dimintai kartu identitas, RA yang mengaku sebagai polisi kebingungan karena tak bisa menunjukkannya. Dari situlah kemudian Pak RT melapor ke polisi setempat dan ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan.

Anehnya, Ny Han yang notabene sedang punya masalah dengan suami dan masih dalam proses perceraian, percaya saja dengan RA yang ternyata hanya pria pengangguran. Menariknya, selain menjerat RA dengan pemalsuan dokumen kependudukan, ia juga dijerat Pasal 284 KUHP tentang perzinaan atau perselingkuhan.

Padahal delik di dalam Pasal 284 KUHP ini tidak bisa dibelah. Artinya, kalau RA diproses hukum, maka Ny Han juga harus diproses hukum, tidak bisa hanya salah satu. Itulah konsekuensi delik kesusilaan yang bersifat aduan. Pasal ini baru bisa diterapkan bila salah satu atau kedua pasangan suami/istri pihak yang dirugikan mengadu ke polisi. Ini berbeda dengan delik pemalsuan dokumen yang tidak perlu ada pengaduan dari pihak yang dirugikan, melainkan polisi tetap harus memproses hukum hingga selesai.

Apakah dengan kondisi tersebut Ny Han masih akan meneruskan hubungan cinta gelapnya dengan RA ? Itu sepenuhnya hak Ny Han, dan siapapun tak bisa intervensi perasaan seseorang. Namun yang perlu diperhatikan, Ny Han masih berstatus istri resmi dari suaminya, sehingga hukum yang diberlakukan tak bisa menghilangkan hak dan kewajiban sebagai suami-istri.

Agaknya, dengan kejadian tersebut, Ny Han sadar ada yang keliru dalam langkahnya. Artinya, ia tak perlu nekat meneruskan hubungan asmaranya dengan RA, karena buntutnya akan panjang, termasuk buntut hukumnya. Sebab, bila suami Ny Han atau istri RA melapor ke polisi, yang bersangkutan bakal dijerat Pasal 284 KUHP tentang perzinaan dengan ancaman pidana maksimal sembilan bulan penjara. (Hudono)

Read previous post:
Tapak Dara Sebagai Musuh Bisul

 SEBAGAI ikhtiar untuk mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan, satu di antaranya yakni memanfaatkan aneka bahan alami yang mempunyai khasiat obat.

Close