Pura-Pura Beli Pulsa

ilustrasi
ilustrasi

AKSI kejahatan di masa pandemi Covid-19 bukannya surut, malah cenderung meningkat. Bahkan, aksi kejahatan itu dilakukan terang-terangan. Seperti dilakukan komplotan perampok di Banguntapan Bantul Rabu pekan lalu, mereka terang-terangan meminta paksa HP penunggu konter ‘Raki Cell’ di Desa Wirokerten, Banguntapan Bantul. Pelaku yang berjumlah 3 orang itu berbagi tugas, satu orang menunggu di mobil sedang 2 orang sebagai eksekutor. Penjaga konter HP Ajeng pun tak kuasa melawan ketika dua pelaku itu meminta paksa HP yang dipegangnya. Setelah mendapatkan HP mereka pun kabur.

Hebatnya, setelah mengantongi ciri-ciri pelaku, polisi berhasil membekuk ketiganya di kos-kosaan utara terminal Giwangan. Mereka adalah Ms (25), Ra (21), dan Rm (20), semuanya warga Kotagede. Mobil Avanza yang digunakan untuk operasi kejahatan pun disita. Padahal, nilai operasi kejahatan yang mereka lakukan hanya Rp 600.000. Entahlah, mungkin mereka ingin praktis hanya merampas HP penjaga konter, tanpa membawa kabur isi konter.

Ini menunjukkan bahwa penjahat sudah tidak lagi pilih-pilih sasaran. Berapapun yang bernilai uang akan digasak. Masih belum jelas mobil yang mereka gunakan untuk melakukan kejahatan milik siapa. Bila milik orang lain, tentu ini risiko yang harus ditanggung pemilik mobil. Sebab, mobil tersebut tetap akan ditahan sebagai barang bukti. Meski begitu, dalam hukum dikenal asas orang yang beritikad baik dilindungi. Artinya, bila pemilik mobil itu sungguh-sungguh tidak tahu bahwa mobilnya akan digunakan untuk operasi kejahatan, maka ia terbebas dari jeratan hukum. Sebaliknya, bila sejak awal mengetahui perihal rencana tersebut, maka tetap dapat dituntut pidana.

Peristiwa di atas bisa menjadi pelajaran berharga bagi pemilik maupun penjaga konter HP untuk lebih berhati-hati ketika menerima orang yang mengaku konsumen. Sebab, ketiga pelaku itu awalnya pura-pura membeli pulsa, tak tahunya langsung merampas HP penjaga konter. Jadi, orang yang datang ke konter HP bisa saja hanya berpura-pura untuk kemudian melancarkan aksi kejahatan. Hal itulah yang harus diantisipasi pengelola konter HP.

Paling tidak, ada sistem keamanan yang bisa diandalkan ketika terjadi kejahatan. Misalnya dengan memencet tombol bahaya ketika terjadi kejahatan. Atau bisa pula dengan langsung menghubungi nomor kontak kepolisian terdekat. Itu bisa dilakukan ketika ada kesempatan bagi korban untuk meminta bantuan. Intinya, jangan gegabah, ketika tindakan penjahat sudah mengancam nyawa, maka hanya pasrah, karena keselamatan nyawa adalah segalanya. (Hudono)

Read previous post:
LAHAN SAMPAH JADI KEBUN TOGA – Kelompok Dipan Lestari Diapresiasi

KELOMPOK Tanaman Obat Keluarga (Toga) Dipan Lestari, Wates Kulonprogo, mendapat apresiasi dari Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kulonprogo.

Close