Menangkap Dalang Kerusuhan

ilustrasi
ilustrasi

SIAPAKAH dalang kerusuhan demo UU Ciptaker 8 Oktober di kawasan Malioboro ? Masih misterius. Meski aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah pelaku kerusuhan, termasuk beberapa pelajar, masih belum ada kejelasan siapa aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut. Padahal, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan demo yang berlangsung rusuh itu ‘by design’ alias ada yang merencanakan.

Untungnya, warga Yogya yang dikenal santun dan cinta damai tidak terprovokasi dan berlarut-larut dalam ketegangan. Usai demo, mereka terutama relawan serta para pengemudi ojol langsung membersihkan sisa-sisa kerusuhan. Dalam waktu singkat, Malioboro pun bersih kembali dan kegiatan ekonomi kembali normal. Meski begitu, polisi tetap memproses hukum mereka yang terlibat kerusuhan.

Tidaklah gampang mengusut dalang di balik kerusuhan. Dalang atau aktor intelektual akan selalu bersembunyi dan tak akan menampakkan diri. Begitu target tercapai mereka akan kabur tanpa meninggalkan jejak seperti hantu. Maka hanya orang-orang yang berada di lapangan yang bisa diciduk dan diproses hukum. Padahal, orang-orang di lapangan takkan bergerak tanpa komando dari dalang. Inilah tugas berat kepolisian untuk mengungkap dalang di balik kericuhan 8 Oktober.

Namun, lantaran yang terlibat anak-anak, pelajar, maka penanganannya harus mengacu pada UU Sistem Peradilan Anak dan UU Perlindungan Anak. Boleh jadi, mereka memang hobi untuk bakar-bakar tanpa memikirkan akibat atau kerugian yang ditimbulkan. Patut diduga mereka tidak tahu apa yang sedang diperjuangkan pada pendemo.

Taruhlah mereka mendemo UU Ciptaker, berapa banyak yang paham isi undang-undang tersebut. Tentu ini bukan berarti pengesahan UU Ciptaker sudah benar,melainkan kalau mau jujur, tidak sedikit para pendemo yang tidak paham UU Ciptaker. Mereka mungkin tahu sepotong-sepotong, itupun info berasal dari medsos.

Jangankan pendemo, mereka yang duduk di DPR saja belum tentu paham UU yang disahkannya itu. Kok bisa begitu ? Menurut pengakuan anggota DPR yang ikut sidang pengesahan dan kemudian walk out, mereka sama sekali tidak diberi draf RUU Ciptaker, sehingga mereka hanya mengesahkan blangko kosong. Jika memang ini yang terjadi, sungguh sangat kelewatan. Rakyat dibohongi oleh wakilnya.

Ironisnya lagi, ketika aparat menangkap orang yang dituduh menyebarkan hoaks tentang UU Ciptaker, ternyata aparat juga tidak memegang drafnya. Lantas dari mana aparat mengetahui bahwa itu hoaks ? Itulah kelucuan di negeri ini. (Hudono)

Read previous post:
ArtJog: Resilience, Ditutup Sederhana

DI TENGAH ombang-ambing situasi yang tak pasti akibat pandemi, ArtJog: Resilience tetap mampu terselenggara dengan lancar tahun ini. Dengan semangat

Close