Tuding Lakukan Kejahatan

ilustrasi
ilustrasi

AKSI begal kian nekat. Bahkan, kini pelaku berani baraksi di dekat kantor polisi. Celakanya, korban panik dan menuruti kemauan pelaku, sehingga harta korban pun melayang dibawa kabur begal.

Peristiwa itulah yang menimpa Maslachul Muhlis (28), warga Bruno Purworejo ketika melintas di Jalan Imogiri Barat, Sumber Agung Jetis Bantul Rabu dua pekan lalu sekitar pukul 14.00. Tiba-tiba ia dihentikan oleh seseorang berbadan tambun yang mengaku sebagai polisi. Pelaku menuduh Muslih melakukan kejahatan, sehingga harus menjalani proses hukum, bahkan yang bersangkutan akan diborgol. Kemudian pelaku menyita HP dan uang korban.

Ironisnya, peristiwa itu terjadi tak jauh dari Kantor Polsek Jetis Bantul. Mungkin korban mengira pelaku benar-benar polisi, sehingga menurut begitu saja. Berdalih hendak mengambil surat-surat pelaku kemudian pergi meninggalkan korban setelah berhasil membawa HP dan uang korban. Namun setelah ditunggu beberapa jam, pelaku tak kembali. Dari situlah korban curiga telah menjadi korban begal hingga melapor ke polisi.

Hebatnya, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi. Pelaku pun berhasil ditangkap di daerah Madiun untuk kemudian dibawa ke Polres Bantul. Seperti lazimnya kasus kejahatan serupa, pelaku selalu mengajukan alasan ekonomi keluarga sebagai pembenar melakukan kejahatan. Padahal, itu bukanlah alasan yang dibenarkan hukum, sehingga pelaku tetap menjalani proses pidana.

Tentu ini peringatan bagi masyarakat, untuk tetap waspada dan jangan dengan mudahnya percaya pada pengakuan orang. Apalagi mengaku-aku sebagai polisi, kita bisa menanyakan identitasnya dan surat tugasnya. Tapi agaknya pelaku coba untuk menjatuhkan mental korban terlebih dulu dengan cara menggertak bahwa korban melakukan kejahatan.

Boleh dibilang, modus ini seperti hipnotes, yakni membuat korban tak berdaya setelah digertak. Ketika mentalnya sudah jatuh, pelaku kembali melancarkan aksi lanjutan dengan menyita atau merampas harta korban. Sampai di sini, bila korban nurut dan menyerahkan hartanya kepada pelaku, maka pengaruh itu sudah masuk kuat.

Korban akan tersadar ketika semua sudah selesai, yakni ketika harta korban sudah diambil dan pelaku kabur. Karena itu, kalau ada orang yang tiba-tiba menggertak, apalagi menuduh kita melakukan kejahatan, padahal tidak sama sekali, jangan takut. Kalau perlu tantang ke kantor polisi. Kalau pelaku tak mau, bisa dipastikan ia sedang mencari gara-gara dan boleh jadi penjahat yang sedang mencari mangsa. (Hudono)

Read previous post:
Anggur Hindarkan Penyumbatan Pembuluh Darah

ADA banyak cara untuk meraih atau mewujudkan sehat. Satu di antaranya dengan rutin mengkonsumsi asupan bercitarasa enak dan bergizi. Sebagian

Close