Perangkat Desa Pimpin Geng

ilustrasi
ilustrasi

APA jadinya bila seorang perangkat desa menjadi pemimpin geng ? Tatanan pasti akan rusak. Dan, pekerjaan sebagai perangkat desa bakal berantakan, akibatnya masyarakat-lah yang dirugikan. Kasus geng bikin ulah di Bruno Purworejo beberapa hari lalu, ternyata dikomandani seorang perangkat desa di Wonosobo berinisial YWP (27). Bersama empat anggota gengnya, mereka diamankan karena telah memukuli warga dan merusak pos ronda di Bruno.

Mengapa aksi mereka begitu nekat dan berani memukuli warga desa ? Tak lain karena jumlahnya sekitar 100 orang, sedang jumlah warga tak sebanyak itu. Rombongan anggota geng itu awalnya menggeber-geberkan knalpot hinggi bikin suara bising. Ketika diperingatkan warga malah tidak terima dan ngamuk dengan memukuli warga yang lewat. Bahkan pos ronda pun menjadi sasaran amuk geng.

Untung polisi segera datang dan mengamankan lima orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dan perusakan. Sudah menjadi rahasia umum, antaraanggota geng ada semacam solidaritas, atau ada ikatan kuat. Sayangnya, akal sehat terkadang diabaikan, sehingga lebih mengedepankan kekuatan. Hanya diingatkan supaya tidak menggeber-geber knalpot saja langsung naik darah dan melakukan penganiayaan.

Mereka nampak berani karena berada di tengah teman-temannya. Seandainya hanya sendirian, dipastikan bakal ngacir ketika berhadapan dengan warga. Sebenarnya, langkah warga yang menegur mereka yang bikin gaduh sudah tepat. Mungkin warga tidak mengira bila orang yang ditegur bakal marah dan menganiaya.

Karena mereka berasal dari Wonosobo, polisi di Bruno Purworejo diharapkan melakukan koordinasi dengan kepolisian Wonosobo, apalagi salah seorang pelakunya adalah perangkat desa. Pun harus ditelusuri, siapa saja orang-orang yang berada di geng tersebut. Apalagi, salah satu yang diamankan polisi masih berstatus pelajar.

Nampaknya, berbeda dengan lainnya, geng ini anggotanya heterogen. Namun, karena pemimpinnya seorang perangkat desa, tentu akan membawa nama instansi tempat ia bekerja. Padahal, diyakini, aksi geng ini tidak ada kaitan sama sekali dengan institusi perangkat desa. Lebih tepat bila perangkat desa tersebut kita sebut sebagai oknum. Selayaknya atasan YWP mengambil tindakan tegas, setidak-tidaknya memberi sanksi peringatan keras, kalau perlu pemecatan. Perangkat desa kok jadi pemimpin geng, sungguh mencoreng institusi perangkat desa. (Hudono)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close