Cegah Predator ABG

ilustrasi
ilustrasi

PUNYA anak perempuan yang telah menginjak dewasa atau dikenal dengan istilah anak baru gede (ABG) harus ekstra hati-hati. Jangan biarkan anak bergaul dengan sembarang orang, apalagi tidak jelas status dan tabiatnya.

Kasus pencabulan yang menimpa ABG, M (18) oleh seorang pemuda YG (26) warga Sewon Bantul di Mlati Sleman beberapa hari lalu, tak lepas dari lemahnya pengawasan orangtua. Malam itu M pamitan kepada orangtuanya pergi ke rumah temannya di Dusun Patran Tegal, Mlati Sleman. Ternyata di tempat itu sudah menunggu 2 teman YG dan mereka pesta miras. M dipaksa menenggak miras hingga kemudian YG mencabulinya di kamar mandi. Usai kejadian, M pulang sempoyongan sambil menangis.

Karuan orangtua M kebingungan melihat putrinya dalam kondisi seperti itu. Setelah ditanya barulah mengaku telah dicabuli YG hingga kasus ini dilaporkan ke polisi. Padahal, antara YG yang notabene seorang duda dengan korban, berteman. Justru karena teman baik itulah, YG memanfaatkan kesempatan untuk mencabuli korban.

Mestinya, orangtua korban curiga mengapa putrinya berteman baik dengan seorang duda, mengapa pula diizinkan untuk ketemuan pada malam hari. Itulah kelengahan orangtua M yang mestinya mencegah putrinya pergi untuk urusan yang tidak jelas. Kalaupun tetap pergi, mestinya M yang masih remaja ini dikawal atau ditemani keluarga.

Pelaku dan dua temannya jelas bukan orang baik-baik. Mereka menggelar pesta miras dengan mengajak M. Celakanya, orangtua M tak juga paham, sehingga musibah itu terjadi. Penelitian membuktikan, miras bisa memicu tindak kejahatan. Tapi bukan berarti menjadi pembenar atas perbuatan.

Tindakan YG, yang mungkin hanya meraba-raba alat vital korban, tetap masuk kategori pencabulan dan harus mendapat sanksi pidana. YG dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Sedang dua teman YG sepanjang tidak mengetahui kejadian tersebut, bisa terbebas dari jeratan hukum. Apalagi, sebelum kejadian, mereka disuruh pergi beli martabak oleh pelaku.

Pelajaran terpenting dari kasus tersebut, para orangtua jangan pernah melepaskan pengawasan kepada putra-putrinya. Sebab, penjahat kelamin berkeliaran di mana-mana, entah itu teman, kenalan atau siapapun. Sekali melepas pengawasan, saat itu pula bahaya mengancam dan bisa berakhir seperti dialami M. Karena itu orangtua harus mencegah jangan sampai anaknya jadi korban predator . (Hudono)

Read previous post:
Expanded ArtJog: Resilience

SETELAH membuka kunjungan langsung di 7 September 2020 selanjutnya ArtJog: Resilience menghadirkan Expanded ArtJog. Expanded ArtJog adalah karya audiovisual untuk

Close