Sanksi Sosial Lebih Berat

ilustrasi
ilustrasi

BENARKAH sanksi sosial lebih berat ketimbang sanksi lainnya ? Pertanyaan ini mengemuka berkaitan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di beberapa daerah menerapkan sanksi yang berbeda bagi pelanggar protokol. Ada yang mengenakan denda, ada pula yang menerapkan sanksi sosial atau kerja sosial. Atau, ada pula yang menerapkan keduanya.

Semua pengenaan sanksi itu tujuannya sama, yakni menibulkan efek jera bagi pelaku. Namun, sejauh mana efektifivitasnya, masih perlu dibuktikan. Bagi sebagian orang, sanksi sosial lebih memalukan ketimbang sanksi denda, misalnya sanksi berupa membersihkan WC/kamar mandi umum, menyapu jalan dan sebagainya. Mereka malu karena sanksi tersebut diterapkan di muka umum dan disaksikan umum.

Namun, bagi sebagian orang lainnya, mungkin lebih senang terkena sanksi sosial ketimbang membayar denda, alasannya sangat sederhana, yakni karena tidak punya uang. Di DIY sendiri dimungkinkan mengenakan denda hingga Rp 100 ribu bagi pelanggar protokol kesehatan, namun nampaknya denda ini belum berjalan.

Selain teguran, kini DIY sudah menerapkan sanksi sosial berupa menyapu jalan bagi pelanggar protokol kesehatan, antara lain tidak memakai masker, atau memakai masker tidak benar, tidak menutup hidung dan mulut. Inilah yang dikenakan terhadap 176 pelanggar di DIY karena tidak memakai masker atau memakai masker tidak benar beberapa hari lalu. Mereka dihukum menyapu jalan selama 15 menit. Pelanggaran tersebut termasuk tinggi karena hanya dalam semalam petugas bisa menjaring 176 pelanggar di sejumlah tempat, seperti kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Untuk menguji efektivitas denda, tentu harus ada catatan by name, siapa saja yang melakukan pelanggaran, di mana dan kapan. Selanjutnya ketika digelar razia lagi, bisa diketahui apakah mereka yang pernah melakukan pelanggaran, mengulangi lagi. Bila jawabnya ya, berarti sanksi sosial tersebut belum efektif sehingga perlu ditinjau lagi.

Bagaimana dengan sanksi denda ? Hal ini sebenarnya bisa dilakukan dan sah secara hukum. Namun, tentu harus melihat situasi kondisi. Ketika masyarakat sedang ditempa kesusahan, tentu sangat keberatan bila harus mengeluarkan Rp 100 ribu gara-gara melanggar protokok kesehatan. Denda ini mungkin bisa diterapkan terhadap mereka yang mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, bila masih mengulangi, maka denda ditingkatkan, begitu seterusnya. (Hudono)

Read previous post:
Daun Iler Basmi Cacing Gelang di Perut

 SEBAGIAN jenis tanaman dapat difungsikan sebagai tanaman hias yang memiliki khasiat obat alami. Satu di antaranya, yakni tanaman iler. Terutama

Close