No HP Kapolsek Pun Dibajak

ilustrasi
ilustrasi

PEMBAJAK nomor HP ternyata masih berkeliaran mencari mangsa. Kali ini giliran No HP Kapolsek Bulaksumur Kompol Sugiyarto yang dibajak. Sang pembajak pun memanfaatkan no kontak yang ada di HP Sugiyarto untuk meminta uang. Untung, tidak serta merta orang yang dimintai uang percaya bahwa yang mengirim pesan adalah Kapolsek.

Sebenarnya, melakukan aksi pembajakan No HP, pelaku tak perlu mengetahui secara detil masalah IT. Sebab, pembajakan bisa terjadi bila ada partisipasi dari korbannya. Dan, yang paling umum, pembajak akan meminta calon korbannya mengirim ulang kode yang ia kirim. Begitu kode dikirim, maka saat itu, No HP korban telah beralih ke pembajak. Alasannya pun bermacam-macam. Yang jelas, si pembajak merasa telah akrab dengan calon korbannya, misalnya mengaku teman SMA dulu atau lainnya. Biasanya, pembajak mengatakan akan membuat WA group sehingga butuh konfirmasi kode dari calon korban.

Orang yang jarang mengetahui cara pembuatan WA Group biasanya akan percaya begitu saja dan tanpa ragu mengirim kembali kode yang dikirim pelaku. Padahal kode tersebut justru sebagai alat untuk memindahkan No HP korban ke HP pelaku. Jika terjadi demikian, korban harus segera memblokir nomornya agar tidak terus digunakan pelaku untuk menipu.

WhatsApp tentu telah dilengkapi alat pengaman sehingga tidak gampang dibajak. Namun bila calon korbannya berpartisipasi dengan mengirim kembali kode ke No HP pelaku, maka No HP asli bisa kebobolan. Karena itulah, guna mencegahnya, jangan pernah melayani permintaan orang yang notabene pelaku penipuan untuk mengirimkan kembali kode yang ia kirimkan. Abaikan atau tidak dijawab sama sekali.

Aksi pelaku kali ini tergolong nekat karena sasarannya Kapolsek yang notabene penegak hukum. Artinya, seorang Kapolsek pun bisa menjadi korban penipuan. Lantas bagaimana mengatasinya ? Di Jajaran kepolisian sebenarnya sudah ada alat untuk mendeteksi atau melacak keberadaan HP pelaku. Tapi biasanya, kalau pelaku sudah berhasil menggaet uang para korbannya, akan menghilangkan jejak dengan membuang No HP atau menggantinya dengan nomor lainnya.

Karena itu, siapapun harus hati-hati, jangan sampai terkecoh dengan permintaan pengiriman kode atau apapun yang membuka akses bagi pelaku kejahatan untuk membajak nomor HP kita. (Hudono)

Read previous post:
Athan Siahaan dan Spirit Indonesia Fashion Parade

DI masa pandemi Covid-19 banyak hal terjadi dan berdampak luar biasa bagi seluruh sendi kehidupan. Termasuk dunia fashion, di mana

Close