Risiko Pulang Malam

ADA pesan bijak bagi warga, terutama kaum perempuan, agar terhindar dari aksi kejahatan atau penjambretan. Misalnya, jangan pergi di malam hari, apalagi melewati tempat yang sepi, karena bukan tidak mungkin penjahat sedang mengincarnya. Juga, jangan pergi sendirian, karena penjahat akan mengincar orang yang sendirian.

Nasihat tersebut memang sangat bagus bila diterapkan. Namun, bagi orang-orang tertentu, acap tidak bisa diterapkan. Misalnya, bagaimana dengan orang yang harus pulang malam hari atau kerjanya malam hari dan harus pulang dini hari? Bagaimana pula bila tidak ada teman yang mengantar lantaran tidak ada fasilitas pengawalan dari perusahaan tempatnya bekerja ?

Seperti dialami Isa Mariani (20) warga Gedongkuning Banguntapan Bantul, ia menjadi korban penjambretan sepulang kerja dari kantornya di Jalan Brigjen Katamso. Agaknya ia sudah dikuntit duet pelaku ketika korban menuju Pasar Bantengan Banguntapan. Begitu sampai di ringroad timur ia dipepet dua orang berboncengan motor yang langsung merebut tasnya hingga korban terjatuh. Peristiwa ini terjadi pada Juni lalu, namun pelaku baru berhasil dibekuk beberapa hari lalu. Mereka adalah Dn (24) warga Mantrijeron Kota Yogya dan Di (33) warga Ngestiharjo Kasihan Bantul. Keduanya dikenal sebagai penjambret sadis karena sering melukai korbannya.

Kini mereka kena batunya dan harus menjalani proses hukum. Lantaran sudah punya track record sebagai penjahat sadis, sudah selayaknya mereka mendapat hukuman yang lebih berat. Apalagi, mereka tidak kapok melakukan kejahatan. Hukuman berat bukanlah semata dilatarbelakangi aspek balas dendam, melainkan semata ditujukan untuk melindugi kepentingan masyarakat.

Semua orang pasti menginginkan agar jalanan, khususnya di DIY aman dan terbebas dari aksi kejahatan jalanan. Meski aparat kepolisian sering melakukan patroli di sejumlah tempat yang dianggap rawan, tetap saja penjahat mencari celah untuk menghindar dari pantauan petugas. Mereka mungkin sudah hapal kapan ada aparat patroli sehingga bisa menghindar. Sementara jumlah personel kepolisian sangat terbatas sehingga tidak mungkin mengcover seluruh area. (Hudono)

Read previous post:
PAN Kabupaten Sleman Gelar HUT ke-22: ‘Bakti Nyata untuk Indonesia’

SLEMAN (MERAPI) - Dewan Pimpinan daerah PAN (Partai amanat Nasional ) Kabupaten Sleman menggelar acara HUT ke-22, Minggu (23/8), di

Close