Sang Jagal Balita

JULUKAN tersebut rasanya tepat dialamatkan pada JT (26), warga Caturharjo Sleman yang dengan tega menganiaya balita AF (4,5) hingga tewas. AF mengalami luka serius di sejumlah anggota tubuh, di bagian dada, kaki, tangan, bibir, kelamin hingga kepala bagian belakang. Hanya karena sering rewel dan nangis, AF dianiaya dengan cara dipukul gagang sapu dan ditendang pakai dengkul oleh JT. Akibat lukanya yang sangat serius balita tak berdosa itu mengembuskan napas terakhirnya ketika dibawa ke Puskesmas terdekat.

Siapa sesungguhnya JT yang tega berbuat sekeji itu. Ia tak lain adalah kekasih ibu AF, yakni AM (25). Padahal, AM masih punya suami resmi, meski mungkin mereka pisah ranjang. Pelaku, AM, AF serta kakak AF tinggal bersama di rumah kontrakan di kawasan Minggir 3 Sendangadung Minggir Sleman. Anehnya, sang ibu tak tahu kalau anaknya dianiaya oleh kekasihnya. Sungguh sangat janggal karena mereka tinggal serumah.

Biasanya seorang ibu akan memperhatikan kondisi anaknya, apalagi bila anaknya sakit. Nah, dalam kasus ini terasa janggal bila AM sampai tidak tahu AF mengalami kesakitan dengan meninggalkan jejak luka di dada, alat kelamin, kaki, bibir sampai kepala bagian belakang. Benarkah sama sekali AM tidak mengetahuinya ? Patut dipertanyakan, meskipun penganiayaan itu terjadi saat AM tidak berada di rumah.

Boleh jadi AM abai kepada anaknya lantaran sedang menjalin asmara dengan JT. Bahkan, yang melaporkan anaknya meninggal ke polisi justru ayah kandung AF, hingga kemudian terungkap pelakunya adalah JT, kekasih AM. Sebenarnya JT tidak punya hak sama sekali atas diri AF. Pun tidak ada alasan pembenar sama sekali JT melakukan penganiayaan terhadap AF yang disebut sering rewel dan menangis. Apa urusannya, tokh AF tidak ada hubungan kekerabatan dengan JT. Bahkan, sekalipun ada hubungan kekerabatan, tetap tak dibenarkan melakukan kekerasan.

Melihat peristiwanya yang kelewat sadis, hukuman apa yang patut diterima si penjagal anak ? Berdasar UU Perlindungan Anak, TJ terancam hukuman 15 tahun penjara. Orang semacam TJ patut menerima hukuman maksimal. Lantas bagaimana dengan ibu AF, AM ? Polisi tetap perlu melakukan penyelidikan sejauh mana keterlibatannya. Kalau ada indikasi yang bersangkutan membiarkan anaknya dalam kondisi sengsara hingga meninggal, tak tertutup kemungkinan dijerat pasal penyertaan. (Hudono)

Read previous post:
5 TAHUN BISNIS ILEGAL TAK TERENDUS APARAT- Bea Cukai Sita 172 Ribu Batang Rokok Ilegal

DEPOK (MERAPI)- Petugas Bea Cukai Yogyakarta berhasil menggagalkan upaya peredaran rokok ilegal siap edar. Dalam penindakan yang dilakukan Jumat (7/8)

Close