Protokol Keselamatan Laut

SELAMA ini kita lebih banyak mengenal istilah protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Padahal masih banyak protokol lain yang sangat bermanfaat bagi masyarakat demi keselamatan, misalnya protokol keselamatan di laut. Istilah ini perlu dipopulerkan mengingat banyaknya kasus kecelakaan laut yang menyebabkan nyawa melayang.

Peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Pantai Goa Cemara, Gadingsari Sanden Bantul , yang menelan tujuh korban jiwa, kiranya menjadi momentum yang tepat untuk kembali pada penerapan protokol keselamatan laut, khususnya di kawasan pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Protokol semacam ini sangat penting diterapkan bagi pengunjung pantai agar selalu aman, misalnya tidak mandi di laut, serta tidak bermain-main di dekat kawasan yang berbahaya.

Bila kita amati, di sepanjang Pantai Selatan, misalnya Pantai Parangtritis, Parangkusumo, Depok, Goa Cemara dan seterusnya telah ada papan larangan mandi di laut. Tapi tetap saja ada yang membandel, bahkan sudah diperingatkan sekalipun, tetap tak digubris. Akibatnya fatal, pengunjung terseret arus besar dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Ada pula yang bermain bola di bibir pantai, seperti dalam tragedi di Pantai Goa Cemara yang menyeret 7 korban yang masih satu keluarga. Awalnya mereka bermain bola di bibir pantai. Lantaran kondisi ombak sedang tinggi, petugas sempat memperingatkan mereka. Namun, agaknya peringatan itu kurang diperhatikan. Mereka pun terus bermain bola hingga datang ombak besar dan langsung menyeret mereka ke tengah laut. Petugas yang dilapori kejadian itu berusaha menolong, namun gagal lantaran korban sudah ditelah ombak besar.

Semua orang mungkin akan sepakat mengatakan peristiwa tersebut sebagai musibah yang tak bisa dilawan. Namun, setidaknya ada ikhtiar manusia untuk menghindari terjangan ombak yang besar, yakni dengan mematuhi protokol keselamatan laut. Kalau ombak sedang besar atau tidak bersahabat, janganlah mendekati laut. Cukuplah menikmati dari kejauhan, tak perlu mendekat.

Apalagi mandi di laut, sungguh sangat berbahaya. Kalau kita lihat di Pantai Parangtritis, ada saja yang mandi di laut. Mereka seolah menantang bahaya. Bila ombak besar datang menyapu mereka, maka yang ada tinggal penyesalan. Berkaitan itu, alangkah baiknya petugas atau SAR bertindak tegas dengan memaksa mereka menjauh dari pantai daripada celaka. (Hudono)

Read previous post:
Aaron Evans Dikabarkan Tak Setuju Renegosiasi Kontrak

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Usai menyatakan siap melanjutkan kompetisi Liga 1 yang ditunda karena pandemi, PSS Sleman langsung dihantam isu

Close