Judi mengantar Nyawa

KALAU orang sudah kecanduan judi, hidup bakal berantakan. Kehidupan ekonomi keluarga bakal kacau dan ujung-ujungnya harta habis hanya untuk berjudi. Entah itu judi online ataupun offline, prinsipnya sama saja, yakni menggantungkan pada spekulasi atau untung-untungan untuk mendapatkan penghasilan. Untuk itulah KUHP yang notabene bikinan pemerintah penjajah Hindia Belanda melarang perjudian dan mengancam pidana penjara bagi pelaku.

Bagi Krm (36), warga Pengasih Kulonprogo, aktivitas perjudian sudah menjadi makanan sehari-hari. Sesering ia berjudi, sesering itu pula ia mengalami kekalahan. Ya, ia sudah kecanduan judi online. Hartanya berupa mobil pun telah ia gadaikan untuk berjudi. Yang bikin geger masyarakat, Krm ditemukan menggantung di pohon sawo di kebun tetangga Selasa pekan lalu. Ia ditemukan dalam keadaan sudah tak bernapas. Sedang di sakunya ditemukan surat wasiat berupa permintaan kepada istri agar membesarkan anak-anaknya. Ia mengaku kalah judi dan takut ditangkap polisi, sehingga lebih baik mati.

Judi bagaikan racun yang bisa mengantarkan nyawa pelakunya. Salah satunya adalah Krm, yang nekat gantung diri hanya kalah judi. Anehnya, ia lebih baik mati ketimbang ditangkap polisi lantaran ketahuan berjudi. Sekilas tidak masuk akal, hanya karena kalah judi, orang rela mati daripada harus berurusan dengan polisi.

Mungkin Krm mengalami tekanan batin yang sangat hebat lantaran kalah judi online. Entahlah, apakah sang istri mengetahi kebiasaan berjudi Krm selama ini. Semestinya, bila mengetahui suaminya berjudi, harus cepat-cepat disadarkan bahwa perbuatan itu akan menghancurkan ekonomi keluarga.

Krm telah meninggal sehingga tak ada pihak yang dapat diusut atas kasusnya, lantaran yang bersangkutan meninggal karena bunuh diri, bukan karena penganiayaan. Pelajaran penting dalam kasus tersebut, serusak-rusaknya perbuatan manusia, masih ada kesempatan untuk bertobat atau memperbaiki diri selagi masih diberi nyawa. Pintu terbuka lebar bagi manusia macam apapun untuk bertobat. Sayangnya, kesempatan itu tidak dimanfaatkan Krm sehingga ia meninggal dalam kondisi seperti itu, hanya gara-gara kalah judi. (Hudono)

Read previous post:
PAN Sleman Resmi Dukung Kustini-Danang

SLEMAN (MERAPI) – Dinamika politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sleman mulai mengerucut. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan

Close