Komplotan Pembobol ATM

KOMPLOTAN penjahat ternyata ada spesialisasinya. Misalnya komplotan penjahat spesialis pembobol mesin ATM seperti yang baru-baru ini diungkap jajaran Reskrim Polres Sleman. Komplotan yang anggotanya kebanyakan dari Palembang ini beraksi membobol ATM di toko modern kawasan Gamping Sleman. Hanya butuh waktu sekitar 1 jam untuk membobol ATM. Namun, belum sampai mereka berhasil membawa kabur mesin ATM, keburu ketahuan polisi karena ada warga yang melapor.

Dilihat modusnya, mereka termasuk penjahat konvensional yang hanya bermodal nekat. Mereka membobol mesin ATM dengan cara kasar, antara lain dengan menggunakan alat las, linggis dan sebagainya. Nekatnya lagi, aksi mereka semula sudah kepergok warga yang kemudian malah warga tersebut diancam dengan senjata tajam, namun tetap saja aksi berlanjut hingga polisi datang.

Ungkapan bahwa kejahatan tidak mengenal tempat rasanya relevan diterapkan dalam kasus ini. Meski pembobolan dilakukan dengan cara konvensional, mereka termasuk komplotan profesional, karena sudah melakukan survei dan pembagian tugas sebelum beraksi, misalnya mengamati letak CCTV, petugas keamanan dan sebagainya. Kebetulan di toko modern tersebut tidak ada petugas keamanan sehingga penjahat lebih leluasa beraksi.

Agaknya, mereka memang mengincar tempat yang tidak ada pengamanannya. Tapi kali ini aksi mereka harus terhenti setelah polisi berhasil meringkus pelaku, seorang di antaranya ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri.

Kita mendukung tindakan tegas aparat kepolisian terhadap penjahat sadis, termasuk mereka yang mengancam warga dengan senjata. Agar menimbulkan efek jera, butuh terapi kejut, antara lain dengan cara menembak pelaku kejahatan, toh tembakan tersebut hanya melumpuhkan tanpa membuat nyawa melayang. Namun, bila sudah mengancam keselamatan nyawa penegak hukum, dan sebagai upaya bela diri dalam keadaan darurat, polisi diperbolehkan menembak mati.

Kalau sudah ditindak tegas masih belum kapok, maka butuh cara lain untuk membuat mereka insyaf. Pengulangan tindak pidana membawa konsekuensi pemberatan hukuman. Namanya penjahat selalu pandai berkilah, misalnya mengatakan baru pertama kali melakukan kejahatan dan sebagainya. Karena itu, polisi tidak serta merta percaya pada pengakuan, melainkan harus mendasarkan pada barang bukti yang ditemukan.

Para pemilik toko seharusnya menempatkan petugas keamanan di tempat-tempat yang dirasa rawan. Selain sebagai bentuk antisipasi terhadap peristiwa kejahatan, secara psikologis juga memberi rasa tenang pengunjung. (Hudono)

Read previous post:
Kembang Kol Jauhkan Penyakit Pencernaan

TAK sedikit jenis sayur yang dapat diolah menjadi asupan dengan cita rasa enak dan mengandung banyak gizi, sehingga juga bisa

Close