Begal Kian Nekat


AKSI begal makin nekat. Bukan hanya beraksi di tempat sepi , di tempat yang relatif ramaipun mereka berani berulah. Umumnya yang jadi sasaran adalah kaum perempuan. Seperti peristiwa pembegalan di Jalan Nyi Wiji Ajisoro, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Kotagede, Selasa pekan lalu, sekitar pukul 20.00, korbannya karyawati swasta. Ia sudah dibuntuti empat pelaku yang berboncengan sepeda motor.


Sampai di lokasi kejadian, pelaku meneriaki bahwa di depan korban ada ular. Sontak korban ketakutan, dan di saat itulah pelaku memukul korban dan merampas motor serta tasnya. Selanjutnya pelaku kabur. Ketika korban ditolong warga, jejak pelaku sudah sulit diikuti, berikutnya kasus tersebut dilaporkan ke polisi.

Agaknya, pelaku bukan berasal dari luar DIY, mengingat kenekatannya beraksi di depan Kantor Kecamatan Kotagede. Saat kejadian, sekitar pukul 20.00 tempat tersebut memang relatif sepi, namun tetap ada orang berlalulalang. Cahaya lampu di lokasi kejadian nampaknya juga tidak terlalu terang. Apesnya, saat kejadian mungkin tidak ada orang yang lewat, sehingga tidak bisa memberi pertolongan.

Kalaupun ada orang memergoki, belum tentu juga sanggup melawan bila hanya sendirian. Namun, paling tidak, bisa berteriak untuk minta tolong warga sekitar. Mungkin baru sekali ini terjadi peristiwa pembegalan di kawasan Kantor Kecamatan Kotagede. Bisa jadi pelaku sudah melakukan survei sebelum beraksi.

Sangat berisiko bila korban melawan, karena nyawa jadi taruhannya. Apalagi, korban adalah perempuan yang relatif lemah secara fisik dibanding laki-laki. Lain soal bila korban berteriak sekencang-kencangnya yang kemungkinan bisa didengar warga setempat, meski kondisinya relatif sepi.

Peristiwa di atas menjadi bahan introspeksi bagi aparat kepolisian untuk lebih intensif melakukan patroli terutama di malam hari atau dini hari. Selain itu, instansi terkait juga perlu menambah lampu penerangan sehingga kawasan di depan Kantor Kecamatan Kotagede lebih terang benderang. Bila penerangan memadai, setidaknya pelaku akan berpikir ulang untuk beraksi.

Lebih penting lagi, warga juga harus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi perempuan yang pulang kerja di malam hari. Dengan kejadian tersebut, lebih baik mencari jalan lain yang relatif lebih ramai meski harus memutar. Keselamatan nyawa memang segalanya, tapi kesalamatan harta juga tetap harus dijaga. (Hudono)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Jumat (7/8/2020)

Close