Menggigit Pacar

 

 

 


INI gigitan beneran yang menimbulkan luka. Sama sekali bukan gigitan bernuansa sayang, malah sebaliknya. Itu dilakukan seorang pemuda, EJ (28) yang tinggal di Jalan Perumnas Condongcatur Sleman terhadap pacarnya, Senin pekan lalu. Tak hanya menggigit, EJ juga memukul dan menginjak-injak pacarnya, Erha Sena (24) asal Riau, hingga lebam-lebam. Gara-garanya, Ej disulut api cemburu dan menuduh Erha menjalin asmara dengan laki-laki lain.


Agaknya, Erha tipe perempuan yang nrimo. Diperlakukan seperti itu oleh EJ, masih diam, padahal peristiwa seperti itu bukan yang sekali. Untung ada tetangga yang berempati dan menolong Erha dengan membawanya ke rumah sakit, sekaligus melapor ke polisi. Atas laporan tersebut, polisi bergerak cepat menangkap EJ dan memasukkannya ke sel tahanan Mapolsek Depok Timur.


Andai tidak ada yang melapor, mungkin kasus gigitan pacar ini berlalu begitu saja dan dianggap hal biasa. Ironisnya, hubungan EJ dengan Erha baru berlangsung sebulan, namun pelaku sudah tinggal di rumah korban. Bahkan, pelaku juga menggadaikan laptop korban. Terakhir, pelaku kembali melakukan penganiayaan terhadap korban.


Pembaca mungkin bisa membayangkan, apa yang dilakukan pasangan lain jenis bila tinggal atau menetap dalam satu rumah. Poinnya tentu bukan itu, melainkan tindakan kekerasan terhadap Erha, yang diancam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Apalagi, penganiayaan itu terjadi hingga empat kali. Bila korban hanya diam dan tetangga tidak ada yang tahu peristiwa penganiayaan niscaya kasusnya tak bakalan terungkap.


Inilah pentingnya hidup bertetangga. Tetangga Erha yang merasa kasihan kepada korban punya inisiatif untuk melapor ke polisi hingga pelaku diproses hukum. Kasus ini bukan termasuk delik aduan, sehingga siapapun berhak melapor ke polisi. Lantaran masuk delik biasa, polisi harus menindaklanjuti laporan tersebut hingga proses selesai. Berbeda dengan delik aduan, yang notabene akan diproses bila ada aduan dari pihak yang berkepentingan.


Dalam beberapa kasus kekerasan terhadap pacar, perempuan selalu di pihak yang lemah. Hubungan baru sebulan, EJ sudah melakukan penganiayaan dan menggadaikan barang pacarnya. Bagaimana bila hubungan itu lebih lama, bahkan berlanjut ke jenjang pernikahan ? Semua tentu terserah pada Erha yang mengalami dan merasakan langsung. Tapi prinsipnya, siapapun tak berhak melakukan kekerasan terhadap orang lain, termasuk terhadap pacar. (Hudono)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Danrem Pamungkas menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga
Ringankan Beban Warga, Danrem Pamungkas Bagi Sembako

Close