Bila Maling Kepergok

 

 


BERHATI-HATILAH ketika meninggalkan rumah atau kos dalam keadaan kosong, tanpa penghuni. Sebab, ada maling spesialis rumah atau kos yang ditinggal penghuninya. Apalagi bila rumah tidak dikunci, menjadi sasaran empuk maling. Mereka tak perlu menjebol pintu, namun bisa langsung masuk rumah dan menguras harta.


Seperti yang terjadi di kos-kosan kawasan Bulaksumur Sleman pekan lalu, dua pencuri, ES (23) warga Jogoyudan Jetis Yogya dan FW (19) warga Mlati Sleman beraksi di kos-kosan yang ditinggal penghuninya tanpa dikunci. Pencuri ini semula berhasil masuk dan membawa kipas angin mini. Namun, belum sampai pergi jauh, penghuni kos datang dan memergokinya. Begitu kepergok korbannya, pelaku langsung melempar pisau namun berhasil dihindari. Selanjutnya korban pun berteriak maling, tapi pelaku keburu kabur.

Berdasar barang bukti yang ditinggal, yakni pisau yang digunakan untuk melempar korban, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Ironisnya, meski pelaku kepergok korban, mereka masih sempat beroperasi di tempat lain hingga kemudian ditangkap polisi setelah melihat bukti yang ditinggalkan pelaku berupa pisau yang digunakan untuk melempar korban.

Inilah bahayanya ketika kita memergoki pencuri. Mereka tidak langsung kabur, tapi melawan korbannya, antara lain dengan melempar pisau. Untungnya korban bisa menghindar dan berteriak maling. Dalam kondisi kepergok korban, pelaku mungkin panik dan bertindak nekat. Dalam beberapa kasus pencurian, pelaku menganiaya korbannya ketika kepergok. Boleh jadi tindakan mereka spontan, sehingga sangat membahayakan keselamatan korban.

Lantas apa langkah terbaik ketika memergoki maling ? Harus berhitung. Bila hanya sendirian, lebih baik menghindar sambil minta bantuan tetangga sembari berteriak dan selanjutnya menelepon polisi. Biasanya, bila maling diteriaki akan panik dan kabur. Mereka akan takut bila berhadapan dengan massa. Sebab, dalam kenyataannya, maling yang tertangkap akan dihajar ramai-ramai tanpa bisa melawan.

Lain soal bila korban ahli beladiri, mungkin akan berani untuk berhadap-hadapan dengan maling. Prinsipnya, keselamatan nyawa harus diutamakan. Jangan hanya karena ingin mempertahankan barang yang nilainya tidak seberapa, kipas angin misalnya, nyawa menjadi taruhan. Tentu ini tidak sebanding. Barang bisa dicari, sedang nyawa takkan bisa kembali.

Sebagai langkah preventif, pastikan mengunci pintu sebelum meninggalkan rumah atau kos-kosan. Sebab, penjahat akan memanfaatkan kelengahan calon korbannya. (Hudono)

Read previous post:
Festival Survive Bumi Panggung Sebagai Upaya untuk Survive Ekonomi dan Budaya

PEKERJA seni dan budaya tidak boleh berhenti melahirkan karya-karya kreatif, meski kondisinya sedang prihatin. Justru akan sangat memprihatinkan jika mereka

Close