Melamar Terapis, Jadi PSK

 

 

 

BANYAK cara dilakukan mucikari menggaet perempuan untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Bahkan, pelaku memasang iklan resmi lowongan kerja, antara lain tawaran menjadi terapis atau kapster. Tentu tidak ada yang salah dengan dua profesi ini. Namun, keduanya bisa saja dijadikan kedok untuk melakukan praktik prostitusi terselubung.

Cara paling gampang dan praktis menawarkan jasa mereka adalah melalui online. Begitulah yang dilakukan AP (21) asal Purworejo. Awalnya, AP memasang iklan lowongan kerja terapis pijat melalui grup lowongan kerja. Melalui lowongan kerja ini ia berhasil menjaring dua perempuan yang awalnya dijanjikan bekerja sebagai terapis. Namun ternyata keduanya ditawarkan kepada laki-laki hidung belang melalui medsos dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. Lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, kedua perempuan tersebut tak mampu menolak.

Aksi AP pun terbongkar setelah polisi memancingnya melalui PSK yang bekerja pada pelaku. Kasus ini masih ditangani jajaran Polsek Mlati Sleman. AP bakal dijerat dengan UU tentang larangan perdagangan orang atau trafficking. Sementara kedua perempuan tersebut diposisikan sebagai korban atau objek jual beli.

Lantas, bagaimana dengan laki-laki hidung belang yang menggunakan jasa mereka ? Agaknya hukum positif di Indonesia belum bisa menjangkaunya. Ini berbeda dengan kasus prostitusi di kawasan wisata Pantai Parangtritis misalnya, karena baik PSK maupun laki-laki hidung belang dapat dijerat Perda Larangan Pelacuran.

Mencermati kasus di atas, ada kesan dua perempuan yang menjadi korban perdagangan orang ini tidak melawan lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Padahal, kalau keduanya tidak setuju dengan AP, bisa kabur atau melarikan diri. Meski demikian, mereka tetap diposisikan sebagai korban, bukan pelaku.

Kasus di atas bisa menjadi pelajaran bagi perempuan khususnya untuk lebih berhati-hati mencari pekerjaan. Sebab, tidak semua pekerjaan yang ditawarkan seusai dengan kenyataan. Bilangnya terapis, tapi nyatanya prostitusi. Padahal keduanya sangat berbeda. Terapis pijat adalah profesi resmi dan halal. Menjadi tidak halal bila disalahgunakan atau diselewengkan. (Hudono)

Read previous post:
Ketika Prambanan Jazz Digelar Secara Online

TAK seperti helatan tahun-tahun sebelumnya yang bisa disaksikan oleh puluhan ribu penonton di depan panggung perunjukan, kali ini even tahunan

Close