Cari Musuh di Medsos



 

 

MEDIA sosial atau medsos bisa digunakan untuk apa saja, berbisnis misalnya, atau sekadar berkomunikasi dengan teman atau mencari teman baru. Tapi ada pula yang mencari musuh. Bahkan, saling tantang bisa dilakukan melalui medsos. Tentu bukan medsosnya yang salah, tapi orang yang menggunakannya, untuk hal positif atau negatif.

Dua oknum pelajar SMP AS (16) dan ED (16), warga Kota Yogya, agaknya memanfaatkan medsos untuk hal negatif. Kereka menantang tawur dengan geng lain dan janjian ketemu di suatu tempat. Mereka pun mempersiapkan senjata tajam berupa pedang untuk tawuran. Namun sampai batas waktu yang disepakati, geng lawan tidak datang ke tempat yang mereka janjikan yakni di kawasan Ringroad sepurat kampus UAD.

Tak sampai di situ, mereka masih terus mencari geng lawan hingga ke wilayah Imogiri Timur. Namun, gerak-gerik kedua pelajar tersebut mencurigakan, sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Keduanya pun diteriaki klitih, karena terbukti di dalam tas yang mereka bawa ditemukan pedang. AS langsung diamankan, sementara ED berhasil kabur. Namun akhirnya ED dijemput polisi di rumahnya.

Tentu ini menjadi peringatan bagi para orangtua. Di tengah pandemi Covid-19, pelajar malah keluyuran membawa pedang. Seperti kurang kerjaan, mereka malah mencari musuh di medsos. Untung musuhnya tidak jadi datang di tempat yang mereka sepakati untuk tawur. Jika demikian, apakah lantas kedua pelajar tersebut lolos dari jeratan hukum ?

Secara hukum, keduanya tetap harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Meskipun mereka tidak menggunakan pedang yang dibawanya, tetap terkena jeratan UU Darurat No 2 Tahun 1951. Lantaran usianya masih di bawah umur, keduanya memang hanya diancam pidana penjara paling lama separoh dari ancaman pidana orang dewasa.

Ketika diinterogasi petugas, mereka menjawab dengan alasan klise, yakni membawa pedang untuk berjaga-jaga. Berjaga-jaga dari apa ? Tidak jelas, karena saat itu memang tidak ada pihak lawan. Andai alasan tersebut dibenarkan, niscaya orang akan ke mana-mana membawa senjata tajam. Jika itu yang terjadi, hampir bisa dipastikan, jalanan tidak akan aman dan bakal sering terjadi pertumpahan darah. Karena itu, tindakan polisi sudah tepat, siapapun yang membawa senjata tajam, apalagi akan digunakan untuk tawuran, harus dimintai pertanggungjawaban hukum. (Hudono)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Sabtu (18/7/2020)

Close