Jimat Kelabui Wanita

 

 

 

 

 

BERMODALKAN jimat, HN (34) berhasil mengelabui 7 wanita. Mereka dijanjikan dinikahi, namun itu hanyalah omong kosong belaka. Mengapa para wanita itu tertarik kepada HN ? Bernahkan karena pengaruh jimat yang selalu dibawa HN ke manapun pergi ? Sangat sulit dibuktikan.

Sebagian orang mungkin masih ada yang percaya bahwa jimat atau apapun namanya bisa memberi kekuatan kepada si empunya. Apalagi, jimat tersebut dilengkapi dengan rapalan yang kalau diamalkan akan membawa manfaat bagi yang menggunakannya. Dalam tinjauan agama, khususnya Islam, bila orang percaya pada jimat yang bisa memberi kekuatan, maka orang tersebut dikategorikan musyrik dan perbuatannya masuk kategori syirik.

Kenyataannya di masyarakat, fenomena perjimatan masih ada dengan beragam nama, misalnya semar mesem, aji pengasihan dan sebagainya. Agaknya, itulah yang diyakini HN untuk menggaet para korbannya. Salah seorang di antara korbannya adalah Erika (23), asal Wonosari yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART). Ia berkenalan dengan HN melalui media sosial.

Singkat cerita mereka berpacaran. HN pun melancarkan aksinya dengan mengumbar janji untuk menikahi Erika. Hingga pada suatu saat, ketika Erika diantar ke salon dan menitipkan tasnya ke HN, pelaku tanpa diketahui korbannya kabur membawa tas berisi uang. Ketika dihubungi ponselnya, HN tak bisa dihubungi. Untung Erika cepat lapor polisi yang segera menangkap pelaku.

Ternyata aksi serupa juga dilakukan HN kepada wanita lain. Pelaku pun berhasil menggaet uang Rp 2 juta –hingga Rp 3 juta dari korbannya. Pertanyaannya, mengapa korban begitu gampangnya menaruh simpati kepada HN. Nampaknya, HN bukan hanya mengandalkan jimat, tapi juga kelihaian berkomunikasi dengan menebar janji menikah. Apalagi, umumnya korban dalam kondisi bermasalah, kebanyakan janda atau mereka yang di ambang perceraian.

Tanpa jimat sekalipun, rayuan HN membuahkan hasil, karena pelaku sepertinya sadar kondisi korban yang lemah secara psikologis. Orang yang sedang punya masalah tentu ingin berbagi atau curhat dengan orang lain. Nah, HN memanfaatkan peluang ini untuk melancarkan aksinya yang ternyata efektif. Jadi, keberhasilan HN mengelabui para wanita itu bukan lantaran jimat, melainkan karena kondisi psikologis korban yang lemah. Para wanita, baik janda maupun mereka yang sedang di ambang perceraian tentu harus waspada jangan sampai menjadi korban orang semacam HN. Menebar janji manis, namun ujung-ujungnya menggasak uangnya. (Hudono)

Read previous post:
Pelatih PSS Belum Rencanakan Panggil Pemain

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi yang terdepan sebagi venue berlanjutnya kompetisi. PSSI menilai DIY punya

Close