Linglung Rawan Celaka


DALAM teori hukum, orang yang dalam kondisi tidak sadar, bingung atau linglung tak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum. Orang linglung, tak bisa lagi berpikir sehat, bahkan tidak sadar apa yang telah dilakukannya. Karenanya ia tak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. Bagaimana bila orang linglung mencelakakan diri sendiri ?


Agaknya, inilah yang terjadi pada seorang nenek warga Wates, Sy (65) yang ditemukan tewas di Pantai Karangwuni, Dusun III Pancas Kamis pekan lalu. Saksi mata sempat melihat nenek tersebut berjalan menuju pantai, namun ketika disapa hanya diam. Beberapa saat setelah itu, Sy ditemukan sudah mengambang. Ketika dibawa ke rumah sakit, dipastikan nenek tersebut sudah meninggal. Kasus pun ditutup karena peristiwa itu merupakan musibah sehingga tidak ada pihak yang dapat dituntut hukum.


Secara hukum memang benar, kasusnya tak bisa diteruskan alias ditutup. Namun paling tidak, peristiwa itu bisa menjadi pembelajaran bagi setiap orang untuk lebih peduli kepada orang lain. Ketika kita melihat orang lanjut usia berjalan kaki sendirian menuju pantai, bahkan mendekati air laut, selayaknya curiga, pasti ada yang tidak beres dengan orang tersebut.


Sy bisa dibilang linglung karena tidak menyadari bahaya di depannya. Bahkan, bisa jadi ia melihat di depannya bukan laut, sehingga dengan santainya ia terus berjalan hingga digulung ombak. Orang linglung seharusnya menjadi tanggung jawab orang yang tidak linglung. Mengapa ? Karena orang linglung tak bisa bertanggung jawab pada diri sendiri. Ia butuh kurator atau orang yang mendampinginya.

Dalam hal ini adalah orang yang paling dekat, yakni keluarga. Keluarga-lah yang paling bertanggung jawab atas nasib orang linglung. Bila orang linglung dibiarkan, niscaya ia dalam bahaya besar, karena tidak bisa mempertimbangkan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Membiarkan orang linglung di jalan atau di tempat yang rawan kecelakaan, tentu sangat membahayakan keselamatan yang bersangkutan. Kalau ia tidak punya keluarga, semestinya Dinas Sosial turun tangan untuk menangani orang-orang seperti Sy. Orang seperti

Sy tak boleh dibiarkan berada di tempat yang mengundang kerawanan. Lebih dari itu, masyarakat juga perlu diketuk rasa kepedulian sosial kepada orang lain dan tidak membiarkan orang lain dalam kondisi celaka. (Hudono)

Read previous post:
HADAPI PILKADA 2020- Kapolres Sleman Cek Kesiapan Personel

Close