Bila Pencuri Terjebak

 

SEORANG pencuri terjebak di garasi rumah korban Muhadi (54), warga Jalan Wachid Hasyim, Pringgolayan, Condongcatur Depok Sleman pekan lalu. Pencuri sudah berhasil menggondol 8 gelang emas seberat 40 gram dan uang tunai Rp 1 juta milik Muhadi, namun gagal kabur karena terjebak di garasi rumah.


Dalam konteks pelaku kriminal, pencuri ini bisa dibilang apes, namun dalam konteks korban, tentu menjadi berkah karena hartanya bisa kembali. Kasus pencurian ini tergolong unik, karena pencuri benar-benar kebingungan ketika kepergok anak korban. Ketika hendak membuka pintu, anak korban memergokinya dan langsung berteriak maling. Pelaku panik dan bersembunyi di garasi. Selanjutnya korban melapor ke polisi dan dalam waktu singkat pencuri berhasil dibekuk.


Pelajaran penting dari kasus tersebut, janganlah buru-buru mengejar pelaku di dalam rumah kalau belum tahu situasinya. Sebab, dalam beberapa kasus, pencuri yang kepergok justru melawan dan melukai korbannya. Berteriak maling memang efektif untuk mengundang perhatian warga, setelah itu baru lapor ke polisi.


Pencuri yang teridentifikasi berinisial JA (30) warga luar Yogya ini boleh saja dibilang apes bila ditinjau dari sisi pelaku kriminal. Sedang seorang lagi beruntung karena, berhasil kabur setelah diteriaki maling oleh anak korban. Entahlah , JA yang mungkin tidak paham dengan situasi di rumah korban malah terjebak di garasi yang justru mempermudah polisi menangkapnya. Inilah yang dinamakan pencuri ketangkap basah, karena tidak bisa berkutik.


Untuk menangkap pencuri, masyarakat harus hati-hati dan harus mempertimbangkan keselamatan diri. Dalam hal ini, keselamatan nyawa harus diutamakan. Jangan sampai hanya ingin mempertahankan hartanya, namun nyawa melayang. Alangkah baiknya menangkap pencuri secara bersama-sama, jangan sendirian. Sebab, bisa jadi pencuri melawan dan akibatnya bisa fatal.


Bila lapor polisi dirasa lama, dan keburu pencuri kabur, mungkin bisa meminta bantuan tetangga atau warga kampung. Itulah pentingnya sistem keamanan lingkungan. Sistem keamanan lingkungan harus memberi akses kepada warga untuk meminta bantuan ketika berada dalam situasi bahaya, baik membahayakan nyawa maupun harta. Karena itu, ronda malam sebagai bagian dari sistem keamanan lingkungan harus tetap dilanggengkan. Penjahat manapun akan keder kalau berhadapan dengan massa. (Hudono)

Read previous post:
Mobil Pikup Bakul Pasar Wates Digondol Maling

Close