3 Hari Habiskan Rp 12 Juta


BOLEH dibilang ini pencuri elite, karena dalam waktu tiga hari bisa menghabiskan uang hingga Rp 12 juta. Uang tersebut diperoleh dari hasil mencuri di SPBU Jalan Magelang Km 4 Sinduadi Mlati Sleman Selasa pekan lalu. Uang hasil curian ini digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari, membayar utang hingga membayar tempat hiburan. Pelaku sudah lima kali beraksi di SPBU dengan modus pura-pura beli bensin kemudian membongkar laci kasir.


Berbekal rekaman CCTV, pelaku berinisial SR (39), warga Kajoran Klaten akhirnya berhasil dibekuk di tempat tinggalnya kawasan Pogung Lor, Sinduadi Sleman, pekan lalu. Namun ketika digeledah, polisi hanya menemukan uang Rp 267 ribu, selebihnya telah ia belanjakan untuk berbagai keperluan, membayar utang, dan sebagainya. SR pun dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pidana maksimal 4 tahun penjara.


Lantas, apa lagi yang bisa dituntut dari SR kalau uang hasil curian itu telah habis ? Bisa jadi yang bersangkutan masuk penjara untuk waktu yang relatif lama, tapi tidak ada jaminan uang yang dicuri bisa kembali. Artinya, pengelola SPBU tak bisa berharap banyak dari pelaku bila yang bersangkutan tak pegang uang.


Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa hukum tak bisa sepenuhnya mengembalikan atau memulihkan kondisi korban. Dengan dihukumnya pelaku, tak serta merta kondisi korban akan pulih. Atau malah memunculkan korban baru, yakni kasir yang berjaga di SPBU tersebut. Gara-gara petugas atau kasir lengah, pencuri bisa membuka laci dan menggondol uang di dalamnya. Akibatnya, petugas SPBU itu malah kena skors atau jangan-jangan disuruh mengganti meski tidak utuh.


Tentu kasus tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pengelola maupun petugas SPBU. Aksi yang dilancarkan SR tergolong kilat, yakni di saat petugas sibuk melayani pengisian bensin, pelaku langsung menyasar laci berisi uang penjualan bensin.


Kembali pada kasus di atas, bagaimana agar SR bisa mengembalikan atau mengganti uang SPBU yang telah dicurinya. Bila ia masih punya harta yang bernilai, misalnya tanah, kendaraan atau rumah, bisa dilakukan langkah keperdataan, yakni menggantinya dengan barang-barang tersebut. Kalau tak bisa dimusyawarahkan, maka bisa digugat ke pengadilan, dengan harapan harta tersebut disita untuk kemudian digunakan untuk mengganti kerugian SPBU yang telah dibobolnya. (Hudono)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close