Bahaya Main HP di Jalan

 

 

ATURAN berlalu lintas dibuat bukan saja untuk keselamatan diri sendiri, tapi juga keselamatan orang lain. Misalnya, keharusan memakai helm bagi pengendara motor, tidak memainkan HP saat berkendara, dan sebagainya. Namun, acap aturan tersebut dilanggar dengan berbagai alasan.

Fitri Astuti (18), warga Bulu Ngemplaksari, Margomulyo Seyegan Sleman baru menyadari pentingnya taat pada aturan lalu lintas untuk tidak bermain HP saat mengendarai motor. Ini terjadi ketika ia bermain HP saat berkendara dan memboncengkan temannya. Tak tahunya ia sudah dikuntit penjambret yang juga mengendarai motor. Di saat asyik memainkan HP di sebelah timur jembatan Dusun Karang Beran Margodadi, tiba-tiba pelaku langsung merampas HP dari tangan Fitri dan langsung kabur. Korban pun mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong. Untung saat itu ada patroli polwan yang langsung mengejar pelaku hingga tertangkap ketika terjebak di jalan buntu.

Agaknya, pelaku, AS (20), warga Magelang sengaja memanfaatkan kelengahan korban yang saat itu sedang asyik memainkan HP. Ia beralasan tidak punya uang dan saat itu ada kesempatan karena melihat korban lengah. Teori kriminologi pun berlaku, kejahatan terjadi bukan saja karena ada niat pelaku, melainkan karena ada kesempatan.

Bila teori tersebut diterapkan dalam kasus di atas, sebenarnya bila Fitri taat pada aturan lalu lintas, yakni tidak bermain HP saat berkendara, mungkin takkan terjadi aksi penjambretan. Itulah pentingnya masyarakat untuk taat pada aturan lalu lintas, karena bisa pula mencegah aksi kejahatan. Apalagi, peristiwa tersebut terjadi menjelang Magrib, yang artinya lalu lintas relatif masih ramai.

Beruntung pula bagi korban karena saat itu kebetulan ada polwan AKP Paryani dari Polda DIY yang sigap mengejar pelaku hingga tertangkap. Pesan pentingnya, hendaknya masyarakat taat pada aturan lalu lintas, yakni tidak memainkan HP saat berkendara. Tentu ini bukan berarti aksi penjambretan dibenarkan. Kita hanya mengingatkan ada hikmah di balik aturan berlalu lintas.

Mengharapkan polisi untuk berjaga di sepanjang jalan juga tidak mungkin mengingat keterbatasan jumlah personel. Karena itu, warga harus dibiasakan untuk menjaga barangnya sendiri dan tidak memancing penjahat untuk berulah. Dalam kasus di atas, penjambretan dipicu ulah korban yang memancing penjahat beraksi. (Hudono)

Read previous post:
Pelatih Fisik PSS Usulkan Pemain Kumpul Juli

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Mengembalikan kondisi fisik para pemain PSS Sleman tugas yang cukup sulit. Pelatih kepala Dejan Antonic mengakuinya

Close