Kerawanan Dunia Gemerlap

 

 

DUNIA hiburan malam atau dunia gemerlap kembali bangkit di masa pandemi Covid-19 ini. Alasannya tentu sederhana, mereka (pengelola dan karyawan) butuh makan, sehingga tak bisa berlama-lama menganggur. Namun risiko tetap ada, baik terkait keamanan maupun kesehatan. Kini tinggal bagaimana mengelolanya agar tempat hiburan tetap beroperasi namun dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Terkadang aspek keamanan masih kurang diperhatikan oleh pengelola, sehingga acap terjadi aksi kekerasan meski dalam skala kecil. Seperti yang terjadi di tempat hiburan karaoke di Jalan Magelang beberapa hari lalu, dua pemuda mengamuk, menganiaya pengunjung dan merusak mobil. Diduga mereka dalam pengaruh minuman keras. Korban pun segera melapor ke polisi dan dalam waktu relatif singkat kedua pelaku, yakni YT dan BY berhasil dibekuk.

Dilihat kronologinya, korban, yakni Budi Achmad Irawan (32), asal Bandongan Magelang bersama 6 temannya, karaoke di tempat hiburan malam kawasan Jalan Magelang. Kemudian salah satu teman Budi mengajak dua pemuda itu, YT dan BY bergabung. Tapi, entah mengapa, kemudian terjadi salah paham hingga berbuntut penganiayaan. Korban dipukul dengan stik besi dan mobil dirusak. Korban pun tidak melawan tapi berusaha menyelamatkan diri hingga lapor ke polisi.

Untungnya, tempat hiburan tersebut dilengkapi CCTV, sehingga semua kejadian terekam jelas. Pelaku pun tak lagi bisa mengelak setelah diperlihatkan rekaman CCTV. Dari kejadian tersebut, nampak bahwa tindakan baik tak selalu berbuah kebaikan, tapi malah bisa berubah petaka. Sudah diberi kesempatan untuk bergabung ikut karaoke, malah bikin onar.

Boleh jadi, kedua pemuda itu berdalih dalam pengaruh miras, sehingga tindakannya tak bisa dipertanggungjawabkan. Tentu itu tidak bisa menjadi alasan pembenar atau pemaaf perbuatannya. Sebab, meski masih dalam pengaruh miras, mereka masih punya kesadaran, termasuk mempertimbangkan mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang. Kalau mereka mabuk berat, sampai tidak bisa berjalan misalnya, barulah bisa disebut kesadarannya tidak penuh. Namun, orang dalam kondisi seperti itu, justru tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi sampai melakukan penganiayaan dan perusakan mobil.

Kiranya ini juga menjadi peringatan bagi pengelola tempat hiburan untuk lebih memperketat pengawasan pengunjung. Jangan biarkan pengunjung dalam kondisi mabuk dan bikin onar sehingga merugikan pengunjung lain. Antisipasi harus diprioritaskan, sebelum terjadi kerusuhan. (Hudono)

Read previous post:
Wacana Kumpulkan Pemain PSS Terancam Molor

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - PT LIB baru saja merampungkan pertemuan dengan PSSI. Dari hasil pertemuan, LIB cenderung memutar kompetisi pada

Close