Miras di Tengah Takbiran

 

DI tengah suasana Idul Fitri sejumlah anak muda di Purbalingga malah terjerumus dalam pesta minuman keras. Akibatnya dua nyawa melayang, Syarif dan Fariz, warga Desa Bantarbarang, Rembang Purbalingga. Keduanya meninggal setelah menenggak miras oplosan saat malam takbiran. Sedang 5 temannya selamat karena tidak ikut menenggak miras oplosan.

Kematian dua remaja ini tentu sangat tragis dan mengejurkan pihak keluarga. Pihak keluarga tahunya mereka pergi untuk mengikuti takbiran, tak tahunya malah menggelar pesta miras. Meski sebelumnya sudah dibawa ke rumah sakit, namun jiwanya tetap tidak tertolong setelah mengalami kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa.

Entahlah, oplosan apa yang mereka ramu. Menurut keterangan, mereka mencampur miras Vodka dengan minuman berenergi serta obat batuk sachetan. Tapi benarkah campuran tersebut yang membuat mereka tewas, masih perlu diselidiki. Petugas bisa melacaknya dari sisa minuman yang mereka tinggalkan untuk kemudian diteliti di laboratorium.

Bisa dibayangkan betapa hancur hati orangtua mereka melihat anak kesayangannya meninggal dengan cara yang sangat tragis. Itulah perlunya pengawasan orangtua terhadap anak-anaknya. Sebab, anak sekarang banyak akal untuk mengelabui orangtuanya. Karena itu, orangtua jangan percaya begitu saja, kalau perlu diikuti ke mana saja anaknya pergi.

Dalam beberapa kasus miras, biasanya pelaku bukan sekali saja terlibat. Artinya, sebelumnya mereka sudah terbiasa menenggak miras, kemudian meningkat ingin minuman yang lebih keras lagi dengan cara mengoplos dengan bahan lain. Inilah yang paling berbahaya, karena justru oplosan itulah yang merenggut nyawanya.

Pertanyaannya, dari mana mereka mendapatkan miras ? Seiring gencarnya razia miras di sejumlah daerah, kios-kios kecil yang biasanya menjual miras ini banyak yang tiarap. Tapi, namanya remaja, selalu banyak akal hingga tetap bisa mendapatkan minuman yang mereka inginkan. Setelah itu, mereka mengoplosnya dengan zat berbahaya.

Padahal, kalau mau jujur, miras tersebut justru menghancurkan masa depan mereka. Mereka yang kecanduan miras, akan berbuat yang tidak nalar, hingga mengarah kriminalitas. Selayaknya pemerintah daerah melakukan pengawasan lebih ketat lagi terhadap peredaran miras dan menindak mereka yang terbukti memperdagangkannya tanpa izin yang berwenang.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang mengantongi izin jualan miras ? Pun perlu dikontrol, apakah barang yang mereka jual sesuai dengan surat izinnya, misalnya menyangkut kadar alkohol dan sebagainya. (Hudono)

Read previous post:
MERAPI-ZAINURI ARIFIN Danrem Pamungkas tengah melakukan bidikan dalam Latbak pistol
TINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KECAKAPAN MENEMBAK Perwira Korem Pamungkas Latbak Pistol

Close